DONGGALA — Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Donggala Ansyar Sutiadi menyebut 54 satuan pendidikan di daerah itu menerima alokasi program revitalisasi sekolah tahun anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Rinciannya, 15 sekolah dasar, 19 sekolah menengah pertama, dan 20 taman kanak-kanak.
Anggaran untuk tingkat SD dan SMP sudah tersalurkan seluruhnya. Nilainya mencapai Rp28,4 miliar, terdiri dari Rp11,4 miliar untuk 15 SD dan Rp17 miliar untuk 19 SMP.
Progres Pencairan TK dan PAUD Masih Berjalan
Ansyar mengatakan program revitalisasi untuk TK dan PAUD belum tuntas penyalurannya. Sebanyak 16 TK sudah masuk proses pencairan dana, sedangkan sisanya masih menunggu transfer dari Kemendikdasmen.
Alokasi per sekolah rata-rata mencapai Rp1 miliar. Besaran itu disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Revitalisasi Menyasar Ruang Kelas hingga Toilet
Lingkup pekerjaan revitalisasi mencakup rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, ruang administrasi, ruang unit kesehatan siswa (UKS), serta rehabilitasi dan pembangunan toilet.
Ansyar berharap program ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman. Menurut dia, perbaikan sarana dan prasarana berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan di Donggala.
"Revitalisasi ini merupakan pembangunan atau perbaikan sejumlah fasilitas di sekolah yakni rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, ruang administrasi, ruang unit kesehatan siswa (UKS), serta rehabilitasi dan pembangunan toilet," kata Ansyar.
Dari 503 Sekolah di Donggala, 54 Masuk Program Revitalisasi
Data Disdikpora Donggala mencatat jumlah sekolah di kabupaten itu mencapai 503 satuan. Rinciannya 376 SD dan 127 SMP.
Artinya, penerima revitalisasi tahun ini baru mencakup sebagian kecil dari total sekolah yang ada. Ansyar berharap program serupa berlanjut pada tahun anggaran berikutnya agar lebih banyak satuan pendidikan terbantu.