Pencarian

Koordinasi OJK-BI Diharap Makin Solid di Bawah Kepemimpinan Destry Damayanti

Rabu, 02 September 2026 • 18:21:01 WIB
Koordinasi OJK-BI Diharap Makin Solid di Bawah Kepemimpinan Destry Damayanti
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menghadiri pelantikan di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

SULAWESI TENGAH — Kepastian itu muncul setelah pelantikan resmi yang digelar di Gedung Mahkamah Agung, Rabu (2/9/2026). Selain Destry, dua pimpinan baru lain yang turut dilantik adalah Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior serta Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki, hadir langsung dalam seremoni tersebut. Ia menegaskan bahwa kesinambungan kepemimpinan menjadi modal utama bagi sinergi antarlembaga ke depan.

"Pertama, mengucapkan selamat kepada Ibu Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia. Saya senang Bu Destry bukan figur baru, ya sudah mumpuni lah di bidangnya," ujar Kiki usai acara pelantikan.

Figur Lama, Kontinuitas Kebijakan Terjaga

Pernyataan Kiki menggarisbawahi satu hal penting: tidak ada masa transisi yang panjang. Destry bukan nama asing di ekosistem Bank Indonesia. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan akrab dengan dinamika kebijakan moneter, makroprudensial, hingga sistem pembayaran.

Hal yang sama berlaku bagi Solikin M. Juhro yang selama ini berkarier di internal BI. Komposisi ini dinilai memangkas kurva belajar yang biasanya menyertai pergantian pucuk pimpinan.

Dari sisi pasar, kabar ini bisa dibaca sebagai sinyal stabilitas. Pelaku usaha dan investor umumnya lebih menyukai kepastian dibanding perubahan drastis di kursi pengambil kebijakan. Kelanjutan arah kebijakan BI yang sudah berjalan — termasuk stance suku bunga dan intervensi nilai tukar — menjadi lebih mudah diprediksi.

Koordinasi KSSK Jadi Ujian Pertama

Pekerjaan rumah yang langsung menanti adalah menjaga soliditas KSSK. Forum ini merupakan garda depan dalam meredam gejolak sistem keuangan, terutama ketika tekanan global memengaruhi stabilitas rupiah dan likuiditas perbankan.

OJK berharap hubungan kelembagaan dengan Bank Indonesia semakin kuat di bawah kepemimpinan baru. Harapan itu wajar, mengingat arsitektur KSSK menuntut respons cepat dan terkoordinasi tiga lembaga: BI sebagai otoritas moneter, OJK sebagai pengawas bank dan pasar modal, serta LPS sebagai penjamin simpanan.

"Hubungan kelembagaan kami ke depan semakin solid," tegas Kiki.

Ia meyakini koordinasi yang telah terbangun selama ini akan terus berlanjut, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dengan susunan pengurus baru di Bank Indonesia, fokus publik kini tertuju pada langkah konkret pertama yang akan diambil. Apakah kebijakan suku bunga akan berubah, atau justru dipertahankan untuk menjaga stabilitas nilai tukar? Jawabannya akan menjadi indikator awal seberapa solid koordinasi antara BI, OJK, dan pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks