DONGGALA — Proses pembangunan gedung Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Donggala dijadwalkan mulai dikerjakan pada akhir tahun 2026. Hal itu disampaikan Bupati Donggala Vera Elena Laruni di Banawa, Sabtu, setelah pemerintah daerah menuntaskan hibah lahan kepada pemerintah pusat.
“Untuk pembangunan fisik sekolah itu dijadwalkan dimulai pada akhir tahun 2026,” kata Vera.
Hibah lahan tersebut menjadi bagian dari percepatan program SNT yang digagas Kemendikdasmen. Menurut Vera, kehadiran sekolah ini akan membuka akses bagi anak-anak Donggala untuk menikmati fasilitas pendidikan berstandar internasional secara gratis.
Lokasi Lahan dan Fasilitas yang Disiapkan
Pemkab Donggala menyiapkan total lahan mencapai 20 hektare di Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa. Dari jumlah tersebut, 10 hektare di antaranya telah dihibahkan kepada Kemendikdasmen untuk memulai proses pembangunan.
“Saat ini sudah 10 hektare lahan dihibahkan kepada Kemendikdasmen untuk memulai proses pembangunan,” sebut Vera.
Nantinya, SNT di Donggala akan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran, mulai dari laboratorium, perpustakaan, hingga lapangan olahraga. Kurikulum yang diterapkan pun mengacu pada standar internasional dengan penguatan kemampuan bahasa asing.
Kegiatan Belajar Mengajar Sudah Berjalan Sejak 2026/2027
Meski gedung permanen belum dibangun, program SNT di Kabupaten Donggala sebenarnya sudah mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027. Untuk sementara, proses belajar mengajar memanfaatkan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mahvali di Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa.
Anggaran pembangunan SNT ini mencapai Rp300 miliar yang bersumber dari Kemendikdasmen. Vera menuturkan, program ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan sistem pendidikan yang relevan dengan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.
“Tentunya ini merupakan salah satu bagian dari percepatan pelaksanaan program Sekolah Nasional Terintegrasi dengan meningkatkan mutu pendidikan melalui SNT,” ucapnya.
Harapannya, keberadaan SNT dapat menjadi langkah awal menghadirkan layanan pendidikan berstandar internasional yang bisa diakses gratis oleh seluruh masyarakat Donggala.