PALU — Warga di dua kabupaten paling utara Sulawesi Tengah, Tolitoli dan Buol, kini tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Kota Palu hanya untuk mengurus paspor. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu menghadirkan layanan jemput bola bagi calon jemaah haji dan umrah di daerah tersebut pada Sabtu (25/7) lalu.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Akmal, mengatakan bahwa inovasi ini memprioritaskan wilayah yang berada di perbatasan provinsi. "Pola jemput bola pembuatan paspor tidak hanya di ibu kota Sulawesi Tengah, tetapi juga fokus pada wilayah yang jauh dari Kanim Palu, sehingga masyarakat tidak perlu datang ke Kantor Imigrasi dalam mengurus dokumen-dokumen keimigrasian," ujarnya di Palu, Kamis.
Ratusan Pemohon dari Tolitoli dan Buol
Dalam layanan perdana di dua kabupaten tersebut, petugas imigrasi melayani ratusan pemohon yang tengah mempersiapkan ibadah umrah untuk tahun 2026 dan haji pada 2027. Seluruh tahapan permohonan paspor, mulai dari pemeriksaan dokumen, pengambilan data biometrik, hingga wawancara, dilakukan langsung di lokasi.
Akmal menegaskan bahwa kemudahan ini merupakan bagian dari optimalisasi pelayanan publik. Ia berharap, dengan adanya layanan Eazy Paspor yang lebih fleksibel, warga di daerah terpencil dan penyandang disabilitas bisa mendapatkan akses yang sama.
Komitmen Mendekatkan Pelayanan
"Kami juga terus berkomitmen menghadirkan berbagai inovasi pelayanan keimigrasian yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat," kata Akmal. Menurutnya, langkah ini mampu menghemat waktu dan biaya transportasi warga, sekaligus memastikan proses penerbitan paspor berjalan cepat dan sesuai ketentuan.
Layanan jemput bola ini menjadi bukti upaya Imigrasi Palu untuk menghadirkan pelayanan yang inklusif. "Melalui layanan di Kabupaten Tolitoli kami berharap semakin banyak masyarakat dapat merasakan manfaat pelayanan keimigrasian yang prima, sekaligus mendukung kelancaran persiapan ibadah haji dan umrah," tutup Akmal.