MOROWALI — Prosesi pemakaman korban amuk massa di Desa Baho Makmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, berlangsung diiringi tangis dan haru keluarga. Jenazah pria berinisial S dikebumikan di pekarangan belakang rumahnya, tepat di samping makam ayah kandungnya yang meninggal beberapa bulan lalu.
Lokasi pemakaman berada di Dusun Barugae, Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah, Sulawesi Selatan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ibu kandung korban telah lama meninggal saat S masih kecil, sementara sang ayah meninggal pada Januari 2026. Almarhum meninggalkan seorang istri dan belum dikaruniai keturunan.
Keluarga Minta Keadilan untuk Korban Amuk Massa
“Kita doakan Semoga Almarhum wafat dalam keadaan Husnul khatimah, dan Keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kesabaran Aamiin,” ungkap salah satu keluarga korban.
Di tengah duka yang mendalam, keluarga juga menyuarakan harapan agar aparat penegak hukum bertindak tegas. “Harapan dari keluarga korban, agar pihak kepolisian bertindak tegas dan adil terhadap pelaku penganiayaan. Proses hukum yang transparan dan sesuai aturan hukum berlaku diharapkan dapat memberi keadilan bagi korban serta keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Korban Anak Yatim Piatu, Tinggalkan Istri
Korban S diketahui telah kehilangan kedua orang tuanya. Ia menjadi anak yatim piatu sejak kecil setelah ibunya lebih dulu meninggal dunia. Ayahnya menyusul pada awal tahun 2026, membuat S harus menjalani hidup tanpa sosok orang tua.
Kabar duka ini menambah panjang daftar tragedi kematian akibat aksi main hakim sendiri di wilayah Morowali. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian Resor Morowali mengenai perkembangan penyelidikan kasus penganiayaan yang berujung pada kematian korban.