PALU — Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, membeberkan strategi pembangunan kota yang mengedepankan investasi hijau sebagai fondasi menuju Palu yang tangguh dan berdaya saing. Strategi ini disampaikan dalam Talk Show Library Cafe yang diselenggarakan Kantor BPKP Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (9/7/2026).
Mengusung tema “Mengakselerasi Investasi Hijau Menuju Kota Tangguh, Bersih, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing”, Hadianto merinci tiga pilar utama yang menjadi pegangan pemerintahannya. Pilar pertama adalah penegakan RTRW secara ketat, terutama di titik-titik rawan bencana.
Tegas pada RTRW: Adaptasi Bukan Sekadar Mitigasi
Hadianto menegaskan, kota yang tangguh adalah kota yang mampu beradaptasi dengan kondisi geografisnya. Salah satu wujud adaptasi itu adalah kepatuhan total terhadap RTRW.
“Kami sangat tegas terhadap titik-titik rawan bencana sesuai RTRW. Kami juga terus membuka ruang komunikasi seluas-luasnya agar proses pembangunan berjalan sinergis antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan,” ujar Hadianto dalam forum tersebut.
Penegasan ini menjadi sinyal kuat bagi para pengembang dan investor bahwa Pemkot Palu tidak akan mentolerir pembangunan di zona risiko tinggi. Langkah ini dinilai krusial mengingat sejarah gempa dan likuifaksi yang pernah meluluhlantakkan sebagian wilayah Palu pada 2018 silam.
Kebersihan Jadi Cermin Disiplin Kota
Pilar kedua yang disorot Hadianto adalah budaya bersih. Baginya, kebersihan bukan sekadar urusan estetika, melainkan cerminan dari kedisiplinan dan keteraturan sebuah kota.
“Kota yang bersih berarti kota yang hidup. Kalau kotanya tertib dan teratur, ini memberikan gambaran prospek masa depan yang jelas. Inilah doktrin yang kami tanamkan di Pemerintah Kota Palu untuk dikawal setiap saat,” tegasnya.
Hadianto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab bersama, bukan sekadar tugas aparatur sipil negara. Ia meyakini, kota yang tertata rapi akan menjadi daya tarik utama bagi investor.
Iklim Sehat, Magnet Investor Besar
Pilar ketiga adalah iklim investasi yang sehat. Hadianto optimistis, kombinasi antara kepastian tata ruang dan budaya tertib akan memacu pertumbuhan sektor UMKM sekaligus menarik minat investor berskala besar.
Pemerintah Kota Palu memastikan bahwa budaya tertib yang kini sedang dibangun akan terus berjalan secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas sektor, kota ini optimistis dapat mewujudkan visi sebagai ibu kota provinsi yang maju, berdaya saing tinggi, dan memiliki tata kelola perkotaan yang profesional.