Di Palu, antrean tabung melon masih jadi pemandangan rutin setiap awal bulan. Warga Kelurahan Tondo dan Petobo kerap mengeluh harga melambung jelang akhir pekan. Faktanya, sejak awal 2026, Kementerian ESDM menegaskan distribusi LPG 3 kg hanya boleh melalui pangkalan resmi Pertamina, bukan pengecer eceran. Tapi di lapangan, praktik jual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) masih marak, terutama di daerah terpencil seperti Tojo Una-Una dan Banggai Kepulauan.
Artikel ini bukan sekadar daftar harga. Saya akan mengurai jalur distribusi, dokumen yang wajib dibawa, dan cara membedakan pangkalan resmi dengan pengecer nakal. Informasi ini saya kumpulkan dari pengamatan langsung di Palu, wawancara dengan agen di Luwuk, serta data Hiswana Migas Sulteng per Februari 2026.
1. Harga Resmi vs Harga Lapangan di Sulawesi Tengah
HET LPG 3 kg di Sulawesi Tengah ditetapkan Rp18.000 per tabung untuk wilayah Kota Palu dan sekitarnya. Untuk daerah terpencil seperti Banggai Laut dan Morowali Utara, HET bisa mencapai Rp22.000 karena biaya distribusi. Tapi kenyataannya, di pasar Inpres Palu, saya menemukan harga Rp30.000 pada pekan ketiga Januari lalu. Pedagang beralasan pasokan dari agen tersendat.
Di Luwuk, ibu kota Banggai, harga di tingkat pengecer tembus Rp35.000 saat stok menipis. Padahal, pangkalan resmi di Jalan Sam Ratulangi menjual Rp19.000. Selisih ini terjadi karena pengecer tidak terdaftar di sistem Pertamina dan membeli dari pangkalan dengan harga eceran, bukan harga agen.
2. Syarat Wajib Membeli LPG 3 Kg Bersubsidi
Sejak 2024, Pertamina mewajibkan pembeli menunjukkan KTP elektronik dan Kartu Keluarga. Tujuannya mendata konsumen agar subsidi tepat sasaran. Di Sulawesi Tengah, sistem ini sudah berjalan di 78 pangkalan resmi di Palu, Sigi, dan Donggala. Warga yang tidak membawa dokumen tetap bisa beli, tapi hanya satu tabung per KK per minggu.
Di Poso, saya menjumpai warga Kelurahan Kayamanya yang protes karena harus foto kopi KTP setiap beli. Petugas pangkalan beralasan itu permintaan agen untuk laporan. Padahal, aturan resmi hanya menyebutkan pencatatan manual, bukan fotokopi. Jika Anda mengalami pemaksaan fotokopi, laporkan ke Hiswana Migas Sulteng di Palu.
3. 4 Cara Mendapatkan Subsidi Tanpa Antre Panjang
Pertama, daftar online lewat aplikasi MyPertamina. Warga Palu bisa mendaftar di pangkalan resmi yang sudah terintegrasi. Setelah terdaftar, Anda dapat jadwal pembelian dan tidak perlu antre. Tapi, aplikasi ini masih bermasalah di daerah tanpa sinyal stabil seperti Parigi Moutong dan Buol.
Kedua, beli langsung ke pangkalan resmi, bukan pengecer. Ciri pangkalan resmi: ada plang biru bertuliskan "Pangkalan LPG 3 Kg Pertamina", stok selalu ada, dan harga sesuai HET. Di Palu, pangkalan resmi tersebar di Jalan Moh. Hatta, Jalan Veteran, dan Jalan Juanda. Di Luwuk, cari pangkalan di Jalan Diponegoro dekat pasar tradisional.
Ketiga, manfaatkan program subsidi tertutup untuk warga miskin. Pemerintah daerah Sulawesi Tengah mendata penerima subsidi melalui DTKS. Jika Anda terdaftar, Anda bisa membeli maksimal 3 tabung per bulan dengan harga Rp15.000 per tabung. Program ini berjalan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala sejak Januari 2026. Datang ke kantor kelurahan dengan membawa KTP dan KK untuk verifikasi.
Keempat, beli di hari kerja, hindari akhir pekan. Antrean terpanjang terjadi Sabtu pagi. Di pangkalan Jalan Emy Saelan Palu, antrean bisa mencapai 50 orang pada Sabtu. Sebaliknya, Selasa dan Rabu pagi relatif sepi. Stok biasanya habis sebelum pukul 10.00, jadi datanglah pukul 07.00–08.00.
4. Titik Pangkalan Resmi di 13 Kabupaten/Kota
Data Hiswana Migas Sulteng per Februari 2026 mencatat 1.247 pangkalan resmi di seluruh provinsi. Kota Palu memiliki 189 pangkalan, terbanyak. Disusul Kabupaten Sigi (156) dan Donggala (134). Daerah dengan pangkalan paling sedikit adalah Banggai Kepulauan (23 pangkalan) dan Tojo Una-Una (18 pangkalan).
Jika Anda di daerah minim pangkalan, jangan langsung ke pengecer. Tanyakan ke agen terdekat. Agen biasanya punya daftar pangkalan resmi. Di Palu, agen utama Pertamina berada di Jalan Tanjung Santigi, Kelurahan Tawaeli. Di Luwuk, agen di Jalan Ahmad Yani dekat pelabuhan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah LPG 3 kg bisa dibeli tanpa KTP?
Bisa, maksimal satu tabung per KK per minggu. Tapi pangkalan resmi wajib mencatat nama dan alamat Anda. Jika menolak, Anda bisa melapor ke Hiswana Migas.
Kenapa harga di pengecer lebih mahal dari HET?
Pengecer bukan jalur resmi. Mereka membeli dari pangkalan dengan harga Rp19.000–Rp22.000, lalu menjual lagi dengan margin Rp5.000–Rp10.000. Ini ilegal, tapi masih marak karena pengawasan lemah.
Bagaimana cara melapor pangkalan yang menjual di atas HET?
Hubungi call center Pertamina 135 atau Hiswana Migas Sulteng di Palu. Sertakan bukti foto atau nota pembelian. Laporan anonim diterima.
Apakah warga mampu boleh beli LPG 3 kg?
Secara aturan, LPG 3 kg hanya untuk rumah tangga miskin dan usaha mikro. Tapi di lapangan, tidak ada pemeriksaan penghasilan. Pertamina hanya mengandalkan data DTKS dan pembatasan pembelian.
Subsidi LPG 3 kg di Sulawesi Tengah memang belum sempurna. Antrean masih panjang, harga masih bisa dimainkan, dan distribusi belum merata ke daerah kepulauan. Tapi dengan mengetahui pangkalan resmi dan syarat dokumen, Anda bisa memotong rantai pengecer nakal. Jika ada informasi baru soal harga atau lokasi pangkalan, saya akan perbarui artikel ini. Pantau terus kolom komentar untuk update dari warga Palu, Luwuk, dan Poso.