MANOKWARI — Sulawesi Tengah kembali menorehkan sejarah di kancah nasional. Kontingen Pesparawi daerah itu berhasil menyabet enam medali emas, empat medali perak, dan dua medali perunggu pada ajang yang berlangsung di Papua Barat. Capaian ini disebut menjadi yang terbaik dalam sejarah pembinaan seni paduan suara gerejawi di provinsi tersebut.
Enam Medali Emas dari Enam Kategori Berbeda
Enam medali emas diraih dari kategori yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Kota Palu menyumbang emas untuk Paduan Suara Remaja Pemuda, sementara Kabupaten Parigi Moutong unggul di kategori Paduan Suara Anak. Kabupaten Poso tampil sebagai yang terbaik di Musik Gereja Nusantara.
Morowali Utara mendominasi lewat Paduan Suara Wanita dan Paduan Suara Pria. Sementara itu, Kabupaten Sigi menyegel emas di kategori Paduan Suara Campuran Dewasa. Empat medali perak disumbangkan oleh solo anak hingga remaja dari Banggai Kepulauan, Tojo Una-Una, dan Banggai Laut. Dua medali perunggu melengkapi raihan dari Vocal Group Banggai dan Musik Pop Gerejawi Morowali.
Pataka Diserahkan di Depan Menteri Agama
Penunjukan Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XV Tahun 2029 diumumkan pada malam penutupan acara. Pataka diserahkan langsung oleh Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) Dra. Jeane Marie Tulung kepada Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Sulteng, Dra. Diah Agustingsih, M.Pd. Prosesi tersebut turut disaksikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia.
“Ini Motivasi untuk Persiapan 2029”
Dalam sambutannya, Diah Agustingsih menyampaikan rasa syukur atas dukungan Gubernur Sulteng dan seluruh masyarakat. “Atas nama seluruh Kontingen Pesparawi Sulawesi Tengah, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian, doa, dan dukungan dari Bapak Gubernur, seluruh pemerintah daerah, serta masyarakat Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Ia menambahkan, prestasi ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan paduan suara gerejawi sekaligus mempersiapkan diri menjadi tuan rumah pada 2029 mendatang. Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pembinaan seni serupa di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.