MOROWALI — Antusiasme tinggi dari kampus-kampus besar membuat panitia LKTI IMIP 2026 memperpanjang batas pendaftaran hingga 27 Mei 2026. Lebih dari 24 karya tulis sudah masuk ke meja juri untuk diseleksi menuju babak final yang akan digelar menjelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Head of Department Environment PT IMIP, Yundi Sobur, mengatakan ajang ini menjadi wadah untuk menghimpun ide-ide segar dari kalangan akademisi. “Melalui LKTI ini kita bisa banyak menghimpun ide-ide segar dari peserta terhadap isu-isu masalah lingkungan di sekitar kawasan industri,” ujarnya.
Tema Teknis: Emisi Smelter hingga Limbah Grease Trap
Tahun ini, tema yang diangkat cukup berat dan teknis. Peserta diminta meracik strategi penurunan emisi smelter nikel, pengelolaan sampah, pemanfaatan limbah slag nikel, fly ash, bottom ash, hingga inovasi mengubah limbah lemak grease trap menjadi produk bernilai ekonomis.
Tak tanggung-tanggung, kampus-kampus papan bawah ikut turun gelanggang. Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), IPB University, Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Brawijaya, dan Universitas Andalas tercatat sebagai peserta.
Unhas Kirim Tim Terbanyak, Finalis Diperluas Jadi Lima Besar
Universitas Hasanuddin menjadi kontributor tim terbanyak dengan mengirimkan 11 tim. Disusul Universitas Tadulako dengan 6 tim, Universitas Halu Oleo dan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya masing-masing 5 tim, serta Politeknik Negeri Padang dengan 4 tim.
Yang membedakan dari penyelenggaraan tahun sebelumnya, panitia memperluas jumlah finalis menjadi lima besar. Kelima tim terbaik akan diterbangkan langsung ke kawasan IMIP Morowali untuk mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri.
Biaya Full Tanggungan, Termasuk Tiket dan Akomodasi
Penanggung jawab LKTI IMIP 2026, Moh Dahry Kisman, memastikan seluruh biaya finalis ditanggung panitia. “Seluruh biaya ditanggung panitia, mencakup tiket pesawat PP, akomodasi, konsumsi, dan transportasi lokal. Setiap tim terdiri dari tiga anggota dan satu dosen pembimbing, total 20 orang yang akan hadir. Finalis dan dosen pembimbing juga dapat sertifikat,” jelasnya.
Ajang ini menjadi panggung bagi mahasiswa untuk menjawab tantangan lingkungan di kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Seleksi ketat dipastikan berlangsung hingga pengumuman finalis dalam waktu dekat.