Museum Satria Mandala Jakarta, Rahasia Perawatan Koleksi Tank dan Pesawat

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:33:31 WIB
Museum Satria Mandala di Jakarta Selatan menyimpan koleksi persenjataan TNI sejak dibuka 5 Oktober 1972.

SULAWESI TENGAH — Museum Satria Mandala di Jalan Gatot Subroto No.14, Jakarta Selatan, menyimpan koleksi persenjataan TNI sejak dibuka 5 Oktober 1972. Perawatan rutin jadi kunci koleksi tank, pesawat, hingga tandu Jenderal Sudirman tetap awet meski usia museum sudah lebih dari 50 tahun. Museum ini juga sudah direvitalisasi dengan tampilan lebih modern dan interaktif.

Museum Satria Mandala berada di Jalan Gatot Subroto No.14, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Pengunjung yang datang bisa melihat langsung koleksi senjata tradisional, senjata lokal, senjata rampasan perang, hingga senjata berat. Sebagian koleksi kendaraan tempur dan pesawat bahkan dipajang di area outdoor.

Di balik koleksi yang tetap utuh, ada perawatan rutin yang dilakukan pengelola. Kasub Promosi Museum Satria Mandala, Yulianto Setiawan, menjelaskan perawatan dilakukan dengan bahan-bahan sederhana namun konsisten.

Rahasia Perawatan Senjata: Minyak Khusus Tiap Minggu

Koleksi senjata dirawat dengan minyak senjata khusus. Prosesnya dilakukan setiap seminggu sekali agar tidak berkarat.

"Kita kasih minyak, minyak senjata. Ada khusus minyak senjatanya. Jadi biar tidak berkarat, kita minyakin seminggu sekali, minyaknya kita poles pakai kain majun atau kain putih, kita gosok dan lap pelan-pelan seluruhnya. Jadi nggak dicuci, menggunakan minyak senjata," kata Yulianto saat dijumpai detikTravel di Museum Satria Mandala, Senin (12/10/2026).

Untuk ban kendaraan tempur termasuk tank, perawatan dilakukan dengan menyemir secara berkala. Tujuannya menjaga ban tetap berwarna hitam pekat dan mengkilap.

Tandu Jenderal Sudirman Tidak Dicuci, Cukup Dilap Kering

Koleksi tandu bersejarah yang digunakan Jenderal Sudirman selama perang gerilya mendapat perlakuan berbeda. Tandu ini tidak dicuci, melainkan dilap kering dan diplitur.

"Kalau untuk tandunya paling kita rawat dengan cara kalau yang udah jelek kita plitur-plitur dikit sama lap kering, jangan dilap basah," ujar Yulianto.

Alasannya, lap basah bisa memicu munculnya jamur dan kutu pada bahan tandu. Pengelola juga memakai cairan anti rayap untuk melindungi koleksi berbahan kayu.

Tank dan Pesawat Outdoor Dicuci Pakai Sabun Cuci Piring

Koleksi yang dipajang di luar ruangan seperti tank dan pesawat dirawat dengan cara yang tak biasa. Keduanya dicuci menggunakan sabun cuci piring atau sampo.

"Kalau untuk koleksi yang luar kayak tank dan pesawat, itu kita cuci pakai sabun pencuci piring atau shampoo. Agar tujuannya tidak memudarkan cat pada koleksi," kata Yulianto.

Pemilihan sabun cuci piring dan sampo bertujuan menjaga cat koleksi agar tidak cepat pudar. Cara ini dipakai rutin supaya warna kendaraan perang tetap terjaga.

Aturan untuk Pengunjung: Dilarang Makan dan Minum di Dalam

Perawatan koleksi juga melibatkan aturan bagi wisatawan. Pengunjung tidak diperbolehkan makan dan minum selama berada di area dalam museum.

Aturan ini bertujuan mencegah munculnya semut atau serangga di area indoor. Keberadaan serangga dikhawatirkan dapat merusak koleksi yang tersimpan di dalam museum.

Museum Satria Mandala kini memiliki wajah baru usai direvitalisasi. Tampilannya lebih modern dan interaktif, tetapi tidak mengubah marwah museum sebagai penjaga jejak sejarah perjuangan TNI.

Traveler yang penasaran dengan koleksi persenjataan dan benda bersejarah lain terkait TNI bisa berkunjung langsung. Untuk informasi jam operasional dan tiket masuk terbaru, disarankan mengecek kanal resmi museum atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top