SULAWESI TENGAH — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Kementerian ESDM dan PT PLN UID Sumut memperkuat sinergi menuntaskan program Listrik Perdesaan (Lisdes) demi mengejar Rasio Elektrifikasi 100%. Sebanyak 117 usulan lokasi telah masuk ke Dinas ESDM Sumut, dengan 47 di antaranya berada di lima kabupaten prioritas. Rasio Elektrifikasi Sumut kini tercatat 99,86%, menyisakan wilayah pelosok yang masih gelap.
Medan — Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Lisdes, Fasilitasi Penyiapan Lahan, serta Penyelesaian Perizinan digelar di Aula Kantor PLN UID Sumut, Jalan Yos Sudarso, Medan. Forum yang berlangsung dua hari itu dihadiri perwakilan 33 kabupaten/kota se-Sumut, plus jajaran Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan ATR/BPN.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor membuka rapat dengan pesan tegas: masalah administrasi tidak boleh menghambat aliran listrik ke dusun-dusun terpencil. Ia menyebut ketersediaan listrik bukan sekadar urusan penerangan, melainkan instrumen penggerak ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan warga.
Dari 117 usulan yang masuk ke Dinas ESDM Sumut, 47 lokasi berada di lima kabupaten prioritas: Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, dan Mandailing Natal. Timur meminta seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan forum coaching clinic selama kegiatan untuk merampungkan hambatan perizinan, sehingga aliran listrik ke lokasi-lokasi itu bisa direalisasikan pada 2027.
“Terlepas dari kendala, rintangan, dan hambatan yang ada, apakah karena lokasinya sulit, kawasan hutan lindung, atau area konservasi, jangan sampai masalah administrasi menghambat aliran listrik ke dusun-dusun kita,” tegas Timur Tumanggor.
Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andriah Feby Misna memaparkan, untuk tahun 2026 terdapat 106 lokasi jaringan Lisdes di Sumatera Utara yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Sekitar 44% atau 47 lokasi di antaranya berada di wilayah Kepulauan Nias dan Mandailing Natal.
Kementerian ESDM menerapkan tiga strategi utama: perluasan jaringan distribusi (grid), pembangunan PLTS Komunal, dan PLTS Individual. Rasio Elektrifikasi Sumut saat ini sudah mencapai 99,86%, tetapi penuntasan akses listrik di pelosok tetap jadi prioritas nasional untuk mencapai target RE 100% pada 2029.
“Untuk tahun 2026, terdapat 106 lokasi jaringan Lisdes di Sumatera Utara yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Sekitar 44% atau 47 lokasi di antaranya berada di wilayah Kepulauan Nias dan Mandailing Natal,” ujar Feby.
Feby mengimbau pemerintah daerah memfasilitasi infrastruktur jalan, memastikan kejelasan data koordinat, menyelesaikan izin pemanfaatan kawasan hutan, hingga melakukan sosialisasi Right of Way (ROW) kepada masyarakat. Poin terakhir krusial agar pembangunan jaringan distribusi tidak tersandung persoalan ganti rugi lahan.
Dari sisi PLN, General Manager UID Sumut Rizky Mochamad menyatakan kesiapan mengeksekusi pembangunan infrastruktur Lisdes di lapangan. Ia menekankan kepastian perizinan dan aksesibilitas sebagai kunci kelancaran proyek.
“Ukuran keberhasilan program listrik desa bukan sekadar berapa banyak tiang dan jaringan yang terbangun, tetapi berapa banyak masyarakat yang akhirnya dapat menikmati listrik dan merasakan manfaat nyatanya,” pungkas Rizky.
Target 2027 untuk lima kabupaten prioritas dan 2029 untuk RE 100% nasional menempatkan Sumut sebagai salah satu wilayah uji terberat. Medannya bukan cuma pegunungan dan kepulauan, tetapi juga tumpukan izin kawasan hutan dan kesepakatan lahan yang harus rampung sebelum tiang pertama berdiri.