Protein Hewani untuk Anak: Manfaat dan Sumber Terbaiknya

Penulis: Hendra Wijaya  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 11:07:31 WIB
Pakar IPB University Prof. Ronny Rachman Noor memaparkan peran protein hewani bagi tumbuh kembang anak.

SULAWESI TENGAH — Sembilan dari 20 asam amino yang dibutuhkan tubuh tidak bisa diproduksi sendiri oleh anak, dan hanya bisa didapat dari makanan. Prof. Ronny Rachman Noor dari IPB University menjelaskan peran protein hewani untuk tumbuh kembang anak, mulai dari kecerdasan hingga kekuatan fisik di masa depan.

Protein hewani seperti susu, daging, dan telur punya kandungan asam amino esensial yang tidak bisa digantikan makanan lain. Kebutuhan ini harus dipenuhi sejak dini supaya tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Prof. Ronny Rachman Noor, Pakar Genetika Ekologi IPB University, menekankan bahwa asupan protein hewani bukan sekadar soal kenyang. Kualitasnya berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Mengapa Protein Hewani Penting untuk Anak

Tubuh manusia membutuhkan 20 jenis asam amino. Sembilan di antaranya adalah asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus diperoleh melalui makanan dan minuman.

Protein dari susu, daging, dan telur menyediakan asam amino esensial tersebut. Kandungan ini berperan langsung dalam mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.

Kata Ahli IPB Soal Protein Hewani

Prof. Ronny menjelaskan perbedaan antara makanan pokok dan protein hewani dalam jangka panjang. Menurutnya, nasi memang membuat anak kenyang, tapi tidak cukup untuk membangun kualitas fisik dan kecerdasan di masa depan.

"Tidak ada yang menyangkal bahwa nasi bisa membuat anak-anak kita kenyang dan berhenti menangis hari ini. Namun, dalam 20 tahun ke depan, susu, daging, dan telur akan membantu anak-anak kita menjadi lebih cerdas serta memiliki fisik yang sehat dan berkualitas," katanya melalui siaran pers, Sabtu (3/10/2026).

Sumber Protein Hewani Terbaik untuk Anak

Ada beberapa pilihan protein hewani yang mudah ditemukan di Indonesia dan bisa disesuaikan dengan usia anak:

  • Telur: Sumber protein lengkap dengan asam amino esensial, mudah diolah jadi berbagai menu MPASI.
  • Susu: Baik untuk mendukung pertumbuhan tulang dan perkembangan otak anak.
  • Daging: Kaya akan protein dan zat besi yang penting untuk mencegah anemia pada anak.
  • Ikan: Mengandung omega-3 yang berperan dalam perkembangan kognitif anak.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter

Setiap anak punya kebutuhan gizi yang berbeda, terutama jika ada alergi atau kondisi kesehatan tertentu. Konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi jika anak menunjukkan tanda alergi setelah mengonsumsi protein hewani tertentu, atau jika berat badannya tidak naik sesuai usia.

Memberikan protein hewani secara rutin bukan berarti mengabaikan makanan pokok. Justru kombinasi keduanya yang membuat anak kenyang sekaligus tumbuh cerdas dan sehat di masa depan.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: lifestyle.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top