PALU — Angka 27,21 ton itu berasal dari 22 klaster komoditas yang dikembangkan di dalam lapas. Jagung, padi, kacang tanah, ubi, hingga jambu kristal menjadi sebagian dari daftar komoditas yang ditanam dan dipanen oleh warga binaan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Herman Mulawarman, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja keras seluruh jajaran. Ia meminta ritme kerja tetap dijaga dan inovasi terus dihadirkan agar kualitas pembinaan, pelayanan, serta keamanan di pemasyarakatan Sulawesi Tengah semakin baik.
Dari kegiatan produktif ini, Kanwil Ditjenpas Sulteng mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp22,61 juta. Sementara itu, premi yang diberikan kepada warga binaan mencapai Rp56,31 juta.
Premi tersebut merupakan bentuk penghargaan atas produktivitas mereka selama mengikuti program pembinaan. Keterlibatan warga binaan dalam kegiatan pertanian, perikanan, peternakan, dan hortikultura menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri.
Program ini tidak berhenti pada produksi selama di dalam lembaga pemasyarakatan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk memperoleh penghasilan dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Jangan cepat berpuas diri, karena tantangan ke depan akan semakin besar,” ujar Herman Mulawarman di Palu, Jumat.
Ia berharap program ini terus dikembangkan sehingga semakin banyak warga binaan yang memperoleh pengalaman kerja yang bermanfaat. Selain komoditas hortikultura dan pertanian, program ini juga mencatatkan hasil peternakan berupa dua ekor ternak.