SULAWESI TENGAH — Keputusan SIG menghidupkan kembali merek yang sempat meredup ini bukan tanpa alasan. Jawa Barat adalah salah satu pasar konstruksi terbesar di Indonesia, dan Semen Kujang memiliki ikatan historis kuat dengan para kontraktor serta pembangunan di wilayah tersebut sejak era 1970-an. Dengan membangkitkan kembali merek ini, SIG tidak hanya mengandalkan jaringan distribusi, tetapi juga memanfaatkan sentimen lokal yang sudah mengakar.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra menyebut kebangkitan Semen Kujang sebagai bagian dari transformasi perusahaan untuk menghadirkan solusi bahan bangunan yang inovatif dan berkelanjutan.
"Semen Kujang merupakan local heritage yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan Jawa Barat. Kehadiran kembali Semen Kujang sejalan dengan strategi transformasi SIG untuk terus menghadirkan solusi bahan bangunan yang inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (5/8/2026).
Sejarah mencatat, Semen Kujang adalah produk semen pertama yang diproduksi di Jawa Barat. Pabriknya di Narogong mulai dibangun pada 1973 dan resmi beroperasi dua tahun kemudian dengan kapasitas awal 600.000 ton per tahun. Kini, pabrik tersebut dikelola anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dan memproduksi Semen Kujang dengan standar mutu terbaru.
Produk yang dihadirkan kembali ini merupakan semen tipe Portland Composite Cement (PCC) yang telah memenuhi standar nasional SNI 7064:2022. Yang membedakan dengan produk sebelumnya, semen ini kini dilengkapi teknologi Active Micro Particle yang dirancang untuk mengisi rongga material secara optimal sehingga struktur bangunan lebih padat.
Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan menjelaskan, teknologi tersebut memberikan tiga keunggulan utama bagi pengguna. Pertama, daya rekat semen yang lebih kuat. Kedua, hasil akhir permukaan dinding yang lebih halus. Ketiga, kualitas pengecoran yang lebih padat dan kokoh.
Dengan spesifikasi tersebut, SIG menyasar segmen pembangunan rumah tinggal, proyek infrastruktur menengah, hingga kebutuhan material ritel di toko bangunan. Kehadiran kembali merek ini juga diharapkan memperkuat daya saing industri bahan bangunan nasional di tengah gempuran pemain baru.
Kebangkitan Semen Kujang menambah portofolio merek SIG yang sebelumnya sudah memiliki Semen Gresik, Semen Padang, dan Dynamix. Bagi masyarakat Jawa Barat, kembalinya merek ini bukan sekadar pilihan produk baru, tetapi juga pengingat akan sejarah panjang industri semen di provinsi tersebut yang kini hadir dengan wajah dan teknologi yang diperbarui.