Ahmad Ali Bantah AAC Jadi Kendaraan PSI di Sulteng, Tegaskan Tak Berniat Gerus NasDem

Penulis: Gunawan Susilo  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 20:46:01 WIB
Ahmad Ali membantah tudingan bahwa Ahmad Ali Center (AAC) digunakan sebagai kendaraan politik PSI untuk menggerus NasDem di Sulawesi Tengah.

PALU — Ahmad Ali angkat bicara di tengah gejolak internal yang melanda Partai NasDem Sulawesi Tengah. Enam pengurus inti DPW setempat mengajukan surat pengunduran diri secara kolektif pada Senin (3/8), dipicu oleh anggapan bahwa sejumlah kader telah keluar dari garis partai usai menghadiri pengukuhan pengurus Ahmad Ali Center beberapa waktu lalu.

Melalui sambungan telepon, Senin sore, Ahmad Ali menegaskan bahwa AAC lahir saat dirinya masih berjuang membesarkan NasDem di Sulteng. Ia menilai publik keliru jika mengaitkan kehadiran kader NasDem dalam kepengurusan AAC sebagai sinyal perpindahan politik ke PSI.

"AAC memang lahir saat saya masih berjuang memenangkan NasDem di Sulawesi Tengah. Itu yang banyak dilupakan," ujarnya.

Transformasi AAC Jadi Yayasan Sosial untuk Jaga Netralitas

Status AAC kini telah berubah menjadi yayasan sosial kemasyarakatan. Langkah ini diambil untuk menjaga netralitas organisasi, mengingat kepengurusannya diisi oleh tokoh dari berbagai latar belakang politik, termasuk kader NasDem dan PSI.

"Karena pengurus AAC berasal dari NasDem dan PSI, maka organisasi ini diubah menjadi yayasan sosial kemasyarakatan agar fokus pada kerja-kerja sosial. Jadi keliru jika ada anggapan kader NasDem yang hadir dalam pengukuhan AAC otomatis sudah pindah ke PSI," kata Ahmad Ali.

Ia menambahkan, tujuan utama AAC adalah menjadi wadah pelayanan sosial bagi masyarakat Sulawesi Tengah tanpa membedakan afiliasi politik pengurus maupun penerima manfaat. "AAC harus menjadi garda terdepan membantu masyarakat Sulawesi Tengah yang membutuhkan. Menjadi pengurus AAC tidak melihat dia berasal dari partai mana. Yang penting memiliki komitmen untuk bekerja membantu masyarakat," tegasnya.

Bantahan Tegas soal Upaya Menggerus NasDem

Ahmad Ali membantah keras tudingan bahwa AAC dibentuk untuk menggerus kekuatan NasDem di Sulawesi Tengah. Ia menegaskan tidak pernah berniat mengembosi partai yang pernah dibesarkannya itu.

"Tidak ada niat mengembosi NasDem. Kalau saya memang ingin melakukan itu, tidak perlu menggunakan AAC. Orang juga tahu Ketua DPW NasDem Sulawesi Tengah adalah istri saya yang kini menjadi anggota DPR RI," ujarnya.

Target Politik PSI di Pemilu 2029

Di tengah bantahan tersebut, Ahmad Ali mengakui secara politik dirinya kini berada di PSI. Ia pun menargetkan perolehan kursi DPR RI pada Pemilu 2029.

"Ke depan saya bersama kader PSI akan berjuang merebut kursi DPR RI. Politik itu tidak memakai perasaan. Yang ada adalah kepentingan partai dan kepentingan rakyat," katanya.

Enam Pengurus Inti NasDem Sulteng Mundur Kolektif

Enam pengurus inti DPW NasDem Sulawesi Tengah yang mundur adalah Sekretaris DPW Ferry Anwar, Bendahara DPW Moh. Fahruddin Yunus, Wakil Bendahara Pengelolaan Dana dan Aset Hadijah Hanamah, Wakil Ketua Bidang Hubungan Legislatif Masrifan Ranroe Muchsen, Wakil Ketua Bidang Digital dan Siber Viktor, serta Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik Salahuddin.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan pengunduran diri mereka dipicu oleh anggapan bahwa sejumlah kader telah keluar dari garis partai setelah menghadiri pengukuhan pengurus AAC. Sejumlah kader merasa kehormatannya terusik karena dianggap tidak lagi loyal kepada NasDem.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari DPW NasDem Sulawesi Tengah mengenai kemungkinan bertambahnya jumlah kader yang mundur. Sumber internal menyebutkan masih ada sejumlah kader lain yang tengah mempertimbangkan langkah serupa.

Perkembangan ini menunjukkan gejolak internal di tubuh NasDem Sulteng masih berlangsung. Di sisi lain, klarifikasi Ahmad Ali memperlihatkan adanya perbedaan pandangan mengenai posisi AAC — apakah semata organisasi sosial atau turut dibaca sebagai bagian dari dinamika politik menjelang kontestasi Pemilu 2029.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: trustsulteng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top