Masa Transisi Darurat Gempa Sigi Resmi Berakhir, Pemprov Sulteng Fokus Kawal Huntara dan Pemulihan

Penulis: Gunawan Susilo  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 20:43:31 WIB
Wagub Sulteng memimpin rapat koordinasi akhir status transisi darurat gempa Sigi di Kantor Gubernur, Senin (3/8/2026).

PALU — Status transisi darurat penanganan gempa bumi di Kabupaten Sigi resmi dicabut pada 31 Juli 2026. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pemulihan hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi selesai, khususnya bagi warga yang rumahnya rusak akibat bencana pada 16 Juni 2026 lalu.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Berakhirnya Status Transisi Darurat ke Pemulihan Gempa Bumi di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (3/8/2026). Rapat ini digelar untuk mengevaluasi akhir masa tanggap darurat sekaligus memastikan kesiapan pemerintah daerah memasuki fase pemulihan.

Pembangunan Huntara Tetap Dipantau

Wagub Reny menegaskan bahwa berakhirnya masa transisi bukan berarti pemerintah melepas tanggung jawab. Sejumlah program yang masih berjalan, termasuk pembangunan hunian sementara, akan terus dipantau hingga tuntas.

“Hari ini masa transisi kita sudahi per tanggal 31 Juli dan kita kembali ke kondisi normal. Namun, kami tetap melakukan pemantauan dan evaluasi, khususnya di Kabupaten Sigi. Apabila ada hal-hal yang perlu dikoordinasikan, pemerintah provinsi tetap siap berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten,” ujarnya.

“Pemerintah tetap memonitor pembangunan huntara yang masih berlangsung. Hal-hal yang belum selesai akan tetap kita kawal bersama agar masyarakat terdampak mendapatkan penanganan yang baik,” tegas Wagub Reny dalam keterangan yang diterima redaksi.

Sinergi Antarinstansi Jadi Kunci Pemulihan

Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan dampak terbesar pascagempa yang terjadi pada 16 Juni 2026. Karena itu, koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan.

Wagub Reny berharap seluruh pihak terus memperkuat sinergi, terutama dalam pemenuhan kebutuhan hunian, pemulihan infrastruktur, serta pemulihan kondisi sosial ekonomi warga.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan lebih baik,” tambahnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudiyanto, Kepala BPBD Kabupaten Sigi, perwakilan BNPB, serta kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: trustsulteng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top