SULAWESI TENGAH — PT Honda Prospect Motor (HPM) akhirnya memastikan strategi elektrifikasi mereka untuk pasar Indonesia. Bukan Brio versi listrik seperti yang banyak diduga, mobil listrik murni pertama yang akan mereka perkenalkan secara resmi di GIIAS 2026 adalah model baru bernama Honda Super-ONE. Ajang tersebut sekaligus menjadi debut perdana model ini untuk kawasan Asia Tenggara.
Honda Super-ONE dirancang sebagai city car listrik dengan gaya hatchback yang kompak dan sporty. Menariknya, Honda tidak terjebak dalam perang angka spesifikasi tertinggi. Mereka tetap memegang prinsip fun to drive yang sudah jadi ciri khas, dengan fokus pada keseimbangan antara tenaga, kenyamanan, dan keamanan.
Dari sisi teknis, baterai berkapasitas 29,6 kWh diklaim mampu menempuh jarak 274 kilometer berdasarkan standar pengujian WLTC yang cukup ketat. Angka ini realistis untuk penggunaan harian di perkotaan, namun perlu diingat bahwa WLTC biasanya menghasilkan jarak tempuh lebih rendah dari klaim pabrikan lain yang menggunakan standar NEDC yang lebih longgar.
Tenaga dasar mobil ini mencapai 63 dk. Namun, fitur yang paling menarik adalah mode BOOST yang bisa diaktifkan untuk melonjakkan tenaga menjadi 94 dk (70 kW) dengan torsi puncak 162 Nm. Mode ini dirancang untuk situasi yang membutuhkan akselerasi ekstra, seperti menyalip di jalan raya atau melibas tanjakan perkotaan. Sayangnya, belum ada detail seberapa lama mode ini bisa bertahan aktif atau apakah ada batasan penggunaannya dalam satu siklus berkendara.
Honda Super-ONE sudah dibekali paket keselamatan terpadu Honda Sensing, yang mencakup berbagai fitur bantuan pengemudi. Fitur ini menjadi nilai jual penting di kelas city car yang biasanya jarang mendapat teknologi keselamatan aktif selengkap ini.
Untuk kenyamanan, tersedia fitur Single Pedal Control yang memungkinkan pengemudi mengatur akselerasi dan deselerasi hanya dengan pedal gas. Ini sangat praktis di kemacetan kota. Urusan audio, Honda menggandeng BOSE dengan delapan pengeras suara untuk menghasilkan kualitas suara yang lebih baik dari rata-rata mobil di segmennya.
Di pasar asal Jepang, Honda Super-ONE dibanderol sekitar 3,39 juta Yen atau setara kurang lebih Rp 355 jutaan. Jika harga ini bisa dipertahankan saat masuk Indonesia, Super-ONE akan bersaing langsung dengan kompetitor seperti Wuling Air ev dan beberapa model lain di segmen mobil listrik murah.
Angka Rp 355 juta memang tidak murah, tapi kompetitif untuk mobil listrik dengan fitur selengkap ini. Tantangan utamanya adalah apakah Honda bisa mempertahankan harga tersebut mengingat beban pajak dan ongkos kirim ke Indonesia yang cukup tinggi.