SULAWESI TENGAH — Program diskon tambah daya ini berlaku selama dua pekan, tepatnya mulai 14 Juli hingga 27 Juli 2026. PLN menyasar kebutuhan rumah tangga yang ingin menaikkan kapasitas listrik, terutama untuk mendukung aktivitas belajar anak di rumah.
Berdasarkan simulasi PLN, diskon 50 persen berlaku untuk seluruh pilihan kenaikan daya. Sebagai contoh, biaya tambah daya dari 1.300 VA ke 5.500 VA yang normalnya Rp 6,4 juta, cukup dibayar Rp 3,2 juta.
Pelanggan yang ingin menambah daya dari 2.200 VA ke 5.500 VA juga bisa menghemat sekitar Rp 2,2 juta. Promo ini hanya berlaku untuk pelanggan rumah tangga dengan daya awal maksimal 5.500 VA.
Pelanggan bisa mengajukan permohonan tambah daya melalui aplikasi PLN Mobile atau datang langsung ke kantor PLN terdekat. Prosesnya sama seperti pengajuan biasa, namun biaya penyambungan otomatis terpotong 50 persen selama periode promo.
PLN tidak memungut biaya tambahan di luar ketentuan yang berlaku. Pelanggan cukup membayar sesuai nominal yang tertera di sistem setelah diskon diterapkan.
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, mengatakan program ini bagian dari komitmen perusahaan mendukung pendidikan anak Indonesia. “Kami ingin memastikan anak-anak punya pasokan listrik yang cukup untuk belajar, terutama yang menggunakan perangkat elektronik seperti komputer atau laptop,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut Bob, kebutuhan listrik rumah tangga cenderung naik saat anak-anak menjalani sekolah daring atau mengerjakan tugas berbasis digital. Dengan daya yang lebih besar, risiko listrik padam akibat beban berlebih bisa ditekan.
Program diskon tambah daya ini merupakan agenda tahunan PLN yang dikaitkan dengan momen Hari Anak Nasional. Tahun lalu, promo serupa juga digelar dan disambut antusias oleh pelanggan di berbagai daerah.