BUOL — Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait saat ini tengah melakukan asesmen dan verifikasi kerusakan di lapangan. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh warga terdampak gempa terdata secara menyeluruh dan menerima penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
Wakil Bupati Buol Moh Nasir Dj Daimaroto menyatakan, percepatan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah warga menjadi prioritas utama. Data ini akan menjadi dasar pengusulan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi dari pemerintah pusat.
"Tentunya pemerintah daerah berkomitmen agar masyarakat terdampak memperoleh haknya, sehingga pendataan harus dilakukan secara akurat dan objektif agar tidak ada warga yang terlewat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi ke depan," kata Nasir di Buol, Rabu.
Pendataan tersebut mencakup tiga kategori kerusakan, yakni rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Klasifikasi ini akan menentukan jenis serta besaran bantuan yang akan diterima oleh masing-masing pemilik rumah.
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah mengirimkan bantuan darurat untuk warga terdampak. Bantuan yang disalurkan ke Pemerintah Kabupaten Buol meliputi 30 selimut, 30 kasur, 15 tenda keluarga, dan satu tenda pengungsi.
Selain bantuan logistik, BPBD Sulteng juga akan memberikan pendampingan selama proses pemulihan. "Ini termasuk memfasilitasi penyediaan tenda darurat dan hunian sementara bagi warga terdampak," ucap Nasir menjelaskan peran BPBD provinsi.
Berdasarkan data sementara, gempa bumi tidak hanya merusak rumah warga. Sejumlah infrastruktur publik juga mengalami kerusakan, antara lain kantor mal pelayanan publik, sebagian ruang perawatan pasien di RSUD Buol, dan kantor inspektorat. Rumah warga di Kelurahan Kali serta beberapa tempat usaha lainnya juga tercatat rusak.
Pemerintah daerah berharap proses penanganan darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi pasca-gempa dapat berlangsung lebih cepat dan efektif. "Ini memberikan kepastian bagi masyarakat untuk segera kembali menjalankan aktivitas secara aman dan normal," kata Wakil Bupati Nasir menambahkan.