PALU — Puluhan siswa SMKN 2 Palu mendapat pembekalan langsung dari Diskominfo Santik Provinsi Sulawesi Tengah dalam sebuah sosialisasi literasi digital, Selasa (14/7/2026). Materi yang disampaikan mencakup empat pilar utama: etika digital, budaya digital, kecakapan digital, dan keamanan digital.
Kepala Diskominfo Santik Provinsi Sulawesi Tengah, Wahyu Agus Pratama, menekankan bahwa keempat aspek tersebut menjadi fondasi penting bagi pelajar dalam menghadapi dunia maya. Ia berharap siswa tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mampu menjaga etika dan keamanan saat berinteraksi di media sosial.
“Kami berharap pemahaman terkait literasi digital, terutama dalam rangka mempersiapkan keamanan digital bagi siswa-siswi kita, dapat dipahami dengan baik agar mereka cerdas dalam bermedia sosial,” ujar Wahyu.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 2 Palu, Mohammad Rauf, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Diskominfo Santik sangat relevan untuk menjawab tantangan yang dihadapi pelajar di era digital.
Ia berharap sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para siswa dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia maya. Selain itu, teknologi informasi juga diharapkan bisa dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pokok Diskominfo Santik dalam mengedukasi masyarakat, khususnya pelajar. Dengan pemahaman yang matang, risiko seperti penyebaran hoaks, perundungan siber, dan penipuan online diyakini bisa diminimalkan.
“Mudah-mudahan dengan tersampaikannya empat pilar literasi digital ini kepada para siswa, pemanfaatan teknologi ke depan benar-benar bisa digunakan secara bijak dan mengarah ke hal-hal yang positif,” kata Wahyu Agus Pratama menambahkan.