Riset ITB dan Untad Kembangkan Pasar Tenun Khas Sulteng, Pemkot Palu Siap Dukung Data dan Kolaborasi

Penulis: Joko Purnomo  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 23:32:01 WIB
Tim riset ITB dan Untad mengembangkan platform digital Sadulur untuk pasar tenun khas Sulawesi Tengah.

Ketua Riset PPMI Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB, Santi Novani, menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada strategi pengembangan pasar produk tenun lokal. Salah satu luaran yang ditargetkan adalah pengembangan platform digital bernama Sadulur, yang dalam bahasa Sunda berarti keluarga.

“Platform itu dirancang menjadi ruang digital yang menghubungkan pelaku UMKM tenun dengan pasar yang lebih luas,” kata Santi di Palu, Rabu.

Ia menambahkan, Sadulur juga akan berfungsi sebagai pusat dokumentasi berbagai motif tenun khas Sulawesi Tengah, seperti motif Ubi, Kelor, Bomba, dan motif khas lainnya. Tujuannya agar kekayaan motif itu tetap terjaga keberadaannya dan semakin dikenal masyarakat luas.

Pemkot Buka Ruang Kolaborasi Lebih Luas bagi Akademisi

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menegaskan, penelitian yang menggabungkan aspek pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi merupakan langkah strategis yang perlu didukung bersama. Pemerintah kota tidak hanya menyediakan data, tetapi juga menghubungkan tim peneliti dengan para stakeholder terkait.

“Penelitian yang berorientasi pada pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan langkah strategis yang perlu didukung bersama,” ujar Hadianto.

Menurut Santi Novani, respons positif dari Wali Kota Palu sangat berarti bagi tim. “Beliau siap mendukung melalui data-data yang dibutuhkan maupun menghubungkan kami dengan para stakeholder terkait. Bahkan juga mendorong kami untuk terus memberikan masukan bagi pengembangan Kota Palu,” katanya.

Mengapa Kota Palu Dipilih sebagai Lokasi Riset?

Santi Novani menjelaskan, Kota Palu dipilih sebagai lokasi riset karena memiliki kekayaan budaya berupa tenun tradisional yang tidak hanya bernilai historis. Menurutnya, tenun khas Palu dan tenun Donggala memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikelola dengan pendekatan yang tepat.

Riset kolaboratif antara SBM ITB dan Untad ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi berbasis data bagi pengembangan UMKM tenun di Sulawesi Tengah. Dukungan penuh dari pemerintah kota menjadi modal awal yang kuat untuk mewujudkan ekosistem pasar tenun yang lebih kompetitif.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top