SULAWESI TENGAH — Kepastian ini diumumkan langsung oleh manajemen Persib di Bandung. Ragnar hengkang dari klub Belgia, FCV Dender, setelah kontraknya berakhir. Perekrutan ini menjadi sinyal keseriusan Maung Bandung jelang bergulirnya kompetisi 2026/27.
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menyebut keputusan merekrut Ragnar bukan tanpa pertimbangan. Sosok kelahiran Belanda itu merupakan rekomendasi langsung dari tim pelatih asuhan Igor Tolic.
“Pengalaman, kualitas, dan karakter yang dimilikinya diharapkan dapat semakin memperkuat tim dalam menghadapi berbagai tantangan pada musim mendatang,” ujar Adhitia.
Ragnar dinilai sebagai pemain serba bisa. Kemampuannya bermain sebagai penyerang sayap maupun gelandang serang diyakini bakal menambah kedalaman skuat Persib.
Kehadiran Ragnar bukan sekadar untuk panggung Liga 1. Manajemen Maung Bandung mengincar dampak langsung di level Asia. Persib musim depan akan berlaga di AFC Champions League Two (ACL 2) dan ASEAN Club Championship.
“Kehadirannya diharapkan mampu menambah energi positif di dalam tim serta memperkuat daya saing Persib, baik di kompetisi domestik maupun Asia,” harap Adhitia.
Pengalaman Ragnar bermain di sepak bola Eropa diyakini menjadi nilai tambah. Tim berjuluk Maung Bandung itu membutuhkan pemain dengan jam terbang tinggi untuk bersaing di turnamen kontinental.
Kedatangan Ragnar membuat aroma Timnas Indonesia di kubu Persib kian kental. Pemain keturunan Maluku itu akan bereuni dengan rekan-rekannya di skuad Garuda.
Nama-nama seperti Sandy Walsh, Thom Haye, dan Eliano Reijnders sudah lebih dulu berseragam biru. Kombinasi pemain naturalisasi dan diaspora ini diharapkan bisa menciptakan sinergi cepat di lapangan.
Bobotoh, julukan suporter Persib, menyambut antusias kabar ini. Mereka berharap Ragnar bisa langsung adaptasi dan menjadi andalan di lini depan Maung Bandung musim depan.