Mimpi Wasit Somalia Tampil di Piala Dunia 2026 Sirna Usai Ditolak Imigrasi AS

Penulis: Gunawan Susilo  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 08:07:01 WIB
Wasit Somalia, Omar Abdulkadir Artan, ditolak imigrasi AS dan batal tampil di Piala Dunia 2026.

SULAWESI TENGAH — Keputusan sepihak imigrasi AS ini menjadi pukulan telak bagi Artan dan sepak bola Somalia. Ia seharusnya menjadi wasit pertama dari Somalia yang memimpin laga di putaran final Piala Dunia. Kini, FIFA secara resmi mengonfirmasi bahwa Artan tidak akan ambil bagian dalam turnamen.

Tanpa Alasan Jelas, Somalia Masuk Daftar Hitam Trump

Hingga berita ini diturunkan, otoritas imigrasi AS belum memberikan pernyataan resmi soal penolakan terhadap Artan. Namun, dugaan kuat mengarah pada kebijakan larangan perjalanan (travel ban) yang diberlakukan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. Somalia merupakan salah satu negara yang masuk dalam daftar larangan tersebut.

Seorang penasihat senior Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia mengonfirmasi penolakan itu kepada BBC. Ia menegaskan bahwa Artan bepergian dengan dokumen yang sah, termasuk paspor diplomatik yang diterbitkan khusus untuk memudahkan perjalanannya setelah mengalami kesulitan visa sebelumnya.

FIFA Angkat Tangan, Federasi Somalia Minta Klarifikasi

FIFA buka suara melalui pernyataan resmi. "FIFA dapat mengonfirmasi bahwa match official Omar Abdulkadir Artan tidak akan dapat berlatih dan memimpin pertandingan di Piala Dunia FIFA 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat," bunyi pernyataan tersebut.

FIFA juga menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah. "Sesuai dengan penyelenggaraan FIFA sebelumnya, pemerintah tuan rumah yang pada akhirnya menentukan siapa yang menerima visa dan siapa yang diizinkan masuk ke negara mereka," tambah pernyataan itu. Federasi Sepak Bola Somalia (SFF) kini telah menghubungi FIFA untuk meminta klarifikasi mendesak atas insiden ini.

Dukungan dari Pejabat Gedung Putih

Menariknya, keputusan kontroversial ini justru mendapat dukungan dari internal AS. Andrew Giuliani, yang memimpin Satuan Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia, angkat bicara. "Meskipun saya tidak bisa menjelaskan informasi derogatoris (yang memberatkan) tentang hal itu, saya dapat mengatakan bahwa ini adalah keputusan yang tepat oleh bea cukai dan patroli perbatasan, dan saya mendukung keputusan itu," ujarnya kepada BBC World Service.

Artan, yang telah menjadi wasit FIFA sejak 2018 dan memimpin laga di Piala Afrika (Afcon), kini berada di Turki. Mimpi besarnya untuk memimpin laga Piala Dunia harus kandas di meja imigrasi, bukan di lapangan hijau.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: bbc.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top