BONE — Pemerintah Kabupaten Bone mencatatkan capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 7,84 persen pada Triwulan I 2026. Realisasi ini menunjukkan akselerasi signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Bone menyebutkan bahwa sektor pertanian masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah. Selain itu, sektor UMKM dan perikanan turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pertumbuhan ini tidak lepas dari peran para petani, nelayan, dan pelaku UMKM di Bone,” ujar Kepala BPS Bone dalam rilis resmi, Selasa (21/4/2026).
Sebagai salah satu sentra produksi padi di Sulawesi Selatan, sektor pertanian di Bone memberikan sumbangan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan pertama. Musim panen raya yang berlangsung sejak Januari hingga Maret 2026 mendongkrak produksi gabah kering panen.
Di sisi lain, sektor perikanan tangkap dan budidaya juga mencatatkan peningkatan hasil tangkapan. Nelayan di pesisir Bone, seperti di Kecamatan Tanete Riattang Barat dan Cenrana, melaporkan hasil melimpah pada awal tahun ini.
Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bone turut berkontribusi terhadap capaian tersebut. Program pendampingan dan akses permodalan dari Pemkab Bone dinilai berhasil mendorong produktivitas sektor informal.
“Kami terus mendorong digitalisasi UMKM dan memperluas akses pasar, baik lokal maupun luar daerah,” jelas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bone.
Pembangunan infrastruktur, seperti perbaikan jalan poros desa dan irigasi pertanian, juga menjadi faktor pendorong. Akses logistik yang lebih lancar menekan biaya distribusi hasil bumi dan perikanan ke pasar.
Pemkab Bone menargetkan pertumbuhan ekonomi tetap berada di atas tujuh persen hingga akhir tahun. Fokus pada penguatan sektor riil dan perluasan pasar UMKM menjadi strategi utama ke depan.