SULAWESI TENGAH — PT Vale Indonesia Tbk, perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia, membuka kesempatan karir bagi para profesional melalui posisi Senior Talent Acquisition. Informasi lowongan ini diumumkan melalui akun media sosial resmi dan laman karir perusahaan pada Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan pengumuman resmi, perusahaan membuka satu posisi spesifik untuk talenta berpengalaman di bidang akuisisi bakat. Berikut detail posisi yang tersedia:
Manajemen PT Vale Indonesia memberikan peringatan tegas kepada masyarakat terkait maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen perusahaan. Perusahaan menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara resmi, transparan, dan tidak memungut biaya dalam bentuk apapun dari pelamar.
“Waspada lowongan kerja palsu! PT Vale Indonesia tidak memungut biaya dalam proses rekrutmen. Lowongan resmi hanya diumumkan melalui situs resmi PT Vale Indonesia dengan komunikasi melalui email berdomain @vale.com,” tulis perusahaan dalam pengumuman resmi.
Pendaftaran lowongan Senior Talent Acquisition dibuka hingga 11 Juni 2026. Pelamar dapat mengakses informasi lengkap mengenai persyaratan dan tata cara pendaftaran melalui situs resmi karir PT Vale Indonesia.
Perusahaan mengimbau para pencari kerja untuk selalu memverifikasi setiap informasi lowongan melalui kanal resmi guna menghindari potensi penipuan yang kerap memanfaatkan nama perusahaan besar.
Dalam pengumuman rekrutmen, PT Vale Indonesia menyampaikan pesan kepada para pencari kerja yang ingin bergabung. “Bergabung dalam keberagaman, dengan etika dan tanggung jawab, kami bertumbuh, belajar bersama, untuk membangun masa depan yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan,” demikian pernyataan perusahaan.
Sebagai salah satu pemain utama di sektor pertambangan nasional, PT Vale secara berkala membuka peluang karir bagi talenta profesional yang ingin berkontribusi dalam pengembangan industri pertambangan berkelanjutan di Indonesia.
Informasi lebih lanjut mengenai lowongan ini dapat diakses melalui situs resmi karir PT Vale Indonesia. Pastikan Anda hanya merujuk pada sumber resmi untuk menghindari informasi palsu.