Harga Emas Antam Kembali Turun Hari Ini, Kini Rp2.759.000 per Gram — Dipengaruhi Data Ekonomi AS

Penulis: Gunawan Susilo  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 11:04:51 WIB
Harga emas Antam turun menjadi Rp2.759.000 per gram pada perdagangan hari ini.

JAKARTA — Harga emas batangan Antam kembali bergerak di zona merah pada perdagangan hari ini. Berdasarkan situs resmi Logam Mulia, harga dasar untuk ukuran satu gram ditetapkan di level Rp2.759.000, turun dari harga kemarin yang masih bertengger di Rp2.772.000 per gram.

Harga Buyback Ikut Terkoreksi

Penurunan harga jual ini juga diikuti dengan penurunan harga buyback atau harga yang ditetapkan Antam saat menjual kembali emas batangan ke pihak Antam. Harga buyback hari ini tercatat sebesar Rp2.517.000 per gram, turun Rp12.000 dari posisi sebelumnya.

Selisih antara harga jual dan harga buyback ini merupakan biaya pembuatan, margin, dan komponen biaya lainnya yang menjadi acuan bagi investor yang ingin melakukan transaksi jual-beli emas batangan di Antam.

Pengaruh Data Ekonomi Global terhadap Harga Emas

Pelemahan harga emas domestik tidak terlepas dari pergerakan harga emas dunia yang terkoreksi. Dalam sepekan terakhir, pasar global tengah merespons data ketenagakerjaan dan inflasi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan.

Data tersebut memicu spekulasi bahwa bank sentral AS (The Fed) akan menahan suku bunga lebih lama, yang pada akhirnya menguatkan nilai tukar dolar. Emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan dan harganya.

Daftar Harga Emas Antam untuk Ukuran Lain

Selain ukuran satu gram, Antam juga menetapkan harga untuk berbagai ukuran lainnya. Berikut adalah rincian harga emas batangan Antam hari ini:

  • Emas 0,5 gram: Rp1.429.500
  • Emas 5 gram: Rp13.295.000
  • Emas 10 gram: Rp26.535.000
  • Emas 25 gram: Rp66.337.500
  • Emas 50 gram: Rp132.595.000
  • Emas 100 gram: Rp265.112.000

Apa yang Mempengaruhi Harga Emas ke Depan?

Para analis memperkirakan pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih akan bergantung pada rilis data ekonomi AS, terutama data inflasi dan klaim tunjangan pengangguran. Jika data menunjukkan ekonomi AS masih panas, tekanan terhadap emas berpotensi berlanjut.

Namun, dari sisi domestik, permintaan emas fisik cenderung tetap stabil karena emas masih menjadi instrumen investasi andalan masyarakat Indonesia, terutama di tengah ketidakpastian nilai tukar rupiah. Pembelian emas saat harga turun kerap dimanfaatkan investor untuk akumulasi.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: idnfinancials.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top