SIGI — Prestasi membanggakan diraih oleh Pemerintah Kabupaten Sigi. Daerah yang dikenal dengan sektor pertaniannya ini dinobatkan sebagai yang terbaik dalam mengendalikan laju inflasi di tingkat nasional.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam sebuah forum evaluasi kinerja daerah. Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Sigi menerima insentif fiskal senilai Rp3 miliar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sigi menyebutkan bahwa dana insentif akan difokuskan pada program-program yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat. “Prioritas utama kami adalah memastikan pasokan bahan pokok tetap terjangkau, terutama menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Langkah konkret yang telah dijalankan Sigi antara lain operasi pasar murah dan penguatan kerja sama dengan petani lokal. Kebijakan ini dinilai efektif menekan gejolak harga di tingkat konsumen.
Bagi masyarakat, keberhasilan ini berarti harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan cabai relatif stabil. Dalam beberapa bulan terakhir, inflasi tahunan di Sigi tercatat di bawah rata-rata provinsi Sulawesi Tengah.
Seorang pedagang di Pasar Inpres Sigi mengaku merasakan perbedaannya. “Harga cabai rawit tidak naik drastis seperti tahun lalu. Kami bisa jual dengan harga wajar,” katanya.
Pemkab Sigi tidak berencana berpuas diri. Insentif Rp3 miliar akan digunakan untuk membangun gudang penyangga pangan di tiga kecamatan. Fasilitas ini diharapkan mampu menyimpan cadangan beras dan jagung saat panen raya, sehingga stok tetap aman saat paceklik.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan memperluas program digitalisasi data harga. Langkah ini bertujuan mempercepat pengambilan keputusan jika terjadi lonjakan harga di salah satu kecamatan.