SULAWESI TENGAH — Final Conference League mempertemukan dua tim yang sama-sama haus pengalaman Eropa. Crystal Palace finis di peringkat ke-15 Premier League, sementara Rayo Vallecano duduk di posisi kedelapan La Liga. Tanpa kemenangan di Leipzig, keduanya dipastikan absen dari kompetisi benua musim depan.
Palace sebenarnya sudah tersingkir dari Europa League musim ini akibat aturan multi-klub UEFA. Namun, degradasi ke Conference League justru menjadi berkah tersembunyi. Kini, di bawah asuhan Oliver Glasner—yang akan memimpin laga terakhirnya—The Eagles berpeluang membawa pulang trofi Eropa pertama dalam sejarah klub.
“Kami seperti anak-anak yang diberi mainan: sangat ingin membukanya, memainkannya, dan menikmatinya,” demikian bunyi pernyataan semangat dari kubu Rayo yang dikutip Sid Lowe dalam tulisannya.
Palace mendapat kabar baik dengan pulihnya gelandang Adam Wharton yang sempat cedera saat melawan Arsenal di akhir musim. Ia langsung diturunkan sebagai starter. Namun, bek Chris Richards hanya duduk di bangku cadangan karena kondisinya masih diragukan.
Ketiadaan Richards membuka peluang besar bagi Chadi Riad di lini belakang tiga bek. Pemain asal Maroko itu belum benar-benar konsisten sepanjang musim. “Malam ini adalah momen yang tepat baginya untuk membuktikan diri,” tulis jurnalis dalam laporan jelang laga.
Polisi Sachsen melaporkan insiden kerusuhan antara pendukung kedua klub di pusat kota Leipzig pada Selasa malam. Botol, gelas, dan perabot dilemparkan dalam bentrokan yang memicu dua penangkapan. Sebanyak 60 suporter Palace yang masuk daftar pengganggu diperintahkan meninggalkan area pusat kota.
Meski begitu, fan fest di area pasar Leipzig berlangsung damai dengan kehadiran sekitar 2.000 pendukung dari masing-masing tim.
Ini adalah final Eropa pertama bagi kedua klub. Satu-satunya pengalaman Rayo di kompetisi antarbenua terjadi pada 2000-01, saat mereka lolos ke Piala UEFA berkat catatan fair play. Palace belum pernah sekalipun tampil di Europa League atau pendahulunya.
Sejumlah penggemar Palace yang mengirim surel ke redaksi memprediksi kemenangan tipis 1-0 untuk tim kesayangan mereka. Namun, jurnalis yang meliput laga ini lebih optimistis dengan prediksi skor 2-0 untuk kemenangan The Eagles.