PALU — Sebanyak 127 ekor hewan kurban yang terdiri dari sapi dan kambing mulai didistribusikan Pemprov Sulteng ke sejumlah titik di wilayah provinsi. Hewan kurban tersebut berasal dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sulteng serta dari kalangan pengusaha dan masyarakat umum yang menitipkan melalui pemerintah daerah.
Distribusi hewan kurban menyasar seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. Pemprov memastikan setiap daerah mendapatkan jatah yang proporsional berdasarkan data penerima manfaat dari masing-masing wilayah.
Proses pemotongan dan penyaluran daging kurban dilakukan secara bertahap sejak hari raya H+1. Panitia dari Dinas Sosial dan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sulteng turun langsung mengawasi pendistribusian agar tepat sasaran.
Gubernur Anwar Hafid menyebut semangat berbagi di tahun ini tetap tinggi meskipun pemerintah daerah tengah menjalankan efisiensi anggaran. Menurutnya, Idul Adha bukan sekadar ritual menyembelih hewan, melainkan simbol kesediaan untuk berkorban demi kepentingan bersama.
"Semangat berkurban ini harus menjadi penguat solidaritas sosial kita. Di tengah keterbatasan, justru kita tunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak boleh surut," ujar Gubernur Anwar Hafid dalam sambutannya saat pelepasan hewan kurban di halaman Kantor Gubernur Sulteng.
Pemprov Sulteng tahun ini menerapkan kebijakan efisiensi belanja di berbagai sektor. Namun, Gubernur menegaskan hal itu tidak mengurangi partisipasi ASN dan masyarakat dalam menyalurkan hewan kurban. Justru, jumlah hewan kurban yang terkumpul tahun ini disebut lebih banyak dibandingkan tahun lalu.
Pemerintah daerah juga memastikan proses pemotongan dan distribusi daging kurban berjalan sesuai protokol kesehatan hewan. Dinas Peternakan Sulteng menerjunkan tim pemeriksa untuk memastikan kondisi hewan layak potong dan daging yang dibagikan higienis.