SULAWESI TENGAH — Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa berlokasi 24 kilometer Timur Laut Wonogiri. Episenter tepat berada pada koordinat 7,79 Lintang Selatan dan 111,13 Bujur Timur.
BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 15:58:11 WIB. Hiposenter berada di kedalaman 49 kilometer, masuk kategori gempa dangkal. Sumber gempa di darat membuat getaran lebih terasa di permukaan.
Magnitudo gempa ini relatif kecil, yakni 2,3. Gempa dengan skala ini biasanya tidak berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan pada bangunan.
Dalam pernyataan resminya, BMKG menekankan bahwa informasi yang dirilis mengutamakan kecepatan. “Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG.
Peringatan ini lazim disertakan BMKG pada setiap rilis gempa bumi cepat. Proses pengolahan data seismik membutuhkan waktu untuk memastikan akurasi parameter gempa, termasuk magnitudo dan lokasi episenter.
Hingga berita ini diturunkan, BMKG belum menerima laporan dampak gempa. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
BMKG juga mengingatkan agar warga menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Pemeriksaan struktur bangunan secara mandiri disarankan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.