SIGI — Banjir dan tanah longsor menerjang Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Minggu (24/5) sekitar pukul 17.40 WITA. Peristiwa itu merendam puluhan hektare sawah milik warga serta menimbun badan jalan penghubung Desa Toro dan Sungku.
Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, menyebutkan bahwa luapan air terjadi akibat penyempitan aliran sungai di bagian hulu desa. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari memperparah kondisi.
"Selain banjir juga terjadi tanah longsor di Desa Toro akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut," kata Asbudianto di Palu, Minggu.
Berdasarkan laporan sementara BPBD, genangan air merendam area persawahan seluas 50 hektare. Satu unit penggilingan padi milik warga juga ikut terendam. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat bencana ini.
Kondisi terkini di lokasi, air masih menggenangi lahan pertanian. Akses jalan menuju desa tetangga sempat terputus akibat material longsor yang menutupi ruas jalan.
BPBD mengidentifikasi penyempitan aliran sungai sebagai penyebab utama banjir. Kondisi ini membuat debit air yang meningkat deras saat hujan tidak tertampung dan meluap ke permukiman serta lahan warga.
"Kebutuhan mendesak di Desa Toro berupa normalisasi sungai di daerah tersebut," sebut Asbudianto.
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, langsung merespons bencana ini dengan menginstruksikan jajaran dinas terkait untuk melakukan penanganan. Ia memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera menormalisasi sungai di bagian atas perkampungan.
"Saya sudah perintahkan Dinas Pekerjaan Umum segera melakukan normalisasi sungai di bagian atas perkampungan sekaligus membuat jalur aliran air agar lebih aman bagi warga di Desa Toro," kata Rizal.
Normalisasi sungai ini diharapkan dapat mencegah terulangnya banjir serupa di masa mendatang, khususnya saat musim hujan tiba. BPBD setempat masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait total kerugian material yang dialami warga.