SULAWESI TENGAH — Laga hidup-mati Tottenham di kandang sendiri melawan Everton berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal. Kedua tim sama-sama bermain hati-hati, sadar bahwa satu kesalahan bisa berakibat fatal. Namun, ketegangan itu pecah sesaat sebelum turun minum.
Joao Palhinha menjadi pahlawan Spurs. Memanfaatkan kemelut di kotak penalti Everton, gelandang asal Portugal itu melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper The Toffees. Gol tersebut menjadi satu-satunya dalam pertandingan dan cukup untuk membawa pulang tiga poin krusial.
"Kami tahu apa yang dipertaruhkan. Tekanannya sangat besar, tapi para pemain menunjukkan karakter luar biasa," ujar Palhinha usai laga.
Kemenangan ini membawa Tottenham melesat ke posisi 15 klasemen dengan koleksi 40 poin. Hasil tersebut memastikan mereka tak akan terkejar oleh tim-tim di zona merah dengan satu pertandingan tersisa. Bagi Spurs, ini adalah musim yang penuh perjuangan setelah sempat terpuruk di papan bawah.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Everton. Tim tamu kini masih tertahan di peringkat 18 atau zona degradasi dengan 36 poin. Nasib mereka akan ditentukan pada laga pamungkas melawan tim yang sudah aman dari degradasi.
Memasuki babak kedua, Everton mencoba bangkit dan mengambil alih kendali permainan. Mereka menekan pertahanan Tottenham dan menciptakan beberapa peluang emas. Namun, penyelesaian akhir yang buruk menjadi momok bagi tim tamu.
Tottenham justru beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat. Namun, skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Sorak sorai suporter tuan rumah pecah saat wasit meniup peluit akhir.
Kemenangan ini tak hanya menyelamatkan Tottenham dari degradasi, tetapi juga meredakan tekanan pada pelatih yang sebelumnya dikabarkan berada di ambang pemecatan. Kini, Spurs bisa fokus membangun kembali tim untuk musim depan.
Bagi Everton, hasil ini membuat perjuangan mereka semakin berat. Mereka harus menang di pertandingan terakhir dan berharap hasil tim lain berpihak untuk bisa bertahan di Premier League.