SIGI — Guncangan terasa cukup kuat di sejumlah wilayah. Berdasarkan estimasi peta guncangan dan laporan warga, gempa yang terjadi pukul 16.34 WITA itu mencapai skala intensitas IV MMI di Kabupaten Sigi. Artinya, guncangan dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Di Kota Palu, getaran terasa lebih rendah, yakni pada skala III MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan penyebab gempa ini. Dari analisis lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang berpusat di darat pada kedalaman 10 kilometer itu merupakan jenis gempa dangkal.
"Jadi dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Palukoro," kata Cipto dalam pernyataan resminya, Sabtu (16/5).
Secara geografis, pusat gempa berada di darat, sekitar 21 kilometer arah utara Sigi. Tepatnya pada koordinat 1,20 Lintang Utara dan 119,89 Bujur Timur.
Hingga pukul 17.00 WITA, BMKG memantau satu kali gempa susulan. Gempa tersebut berkekuatan kecil, yakni Magnitudo 1,7 dengan kedalaman lima kilometer. Meski demikian, potensi volatilitas seismik masih perlu diwaspadai.
BMKG mengimbau masyarakat di Sigi, Palu, dan sekitarnya untuk tetap tenang. Warga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan. Informasi resmi hanya bersumber dari kanal BMKG agar tidak mudah percaya pada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Tim BPBD setempat masih melakukan pemantauan di lapangan.