Pencarian

Skandal IVF di Siprus: 30 Anak Diduga Kena Salah Donor Sperma, Simak Faktanya

Kamis, 27 Agustus 2026 • 18:01:31 WIB
Skandal IVF di Siprus: 30 Anak Diduga Kena Salah Donor Sperma, Simak Faktanya
Puluhan anak diduga terdampak kekeliruan donor sperma dalam program bayi tabung di Siprus Utara.

SULAWESI TENGAH — Kabar mengejutkan datang dari industri perawatan kesuburan di Siprus Utara. Sebuah investigasi mengungkap dugaan kekeliruan serius yang berdampak pada puluhan anak yang lahir melalui program bayi tabung atau IVF. Temuan ini tentu memicu kekhawatiran besar, terutama bagi orang tua yang sedang mempertimbangkan opsi perawatan kesuburan di luar negeri.

Awal Mula Terungkapnya Dugaan Kekeliruan Donor

Investigasi yang dilakukan BBC menjadi titik awal terbongkarnya kasus ini. Sejumlah keluarga asal Inggris yang menjalani perawatan di klinik-klinik Siprus Utara mulai mempertanyakan asal-usul genetik anak mereka setelah melakukan tes DNA secara mandiri.

Hasil pemeriksaan genetik tersebut menunjukkan ketidaksesuaian antara latar belakang genetik anak dengan informasi donor yang sebelumnya diberikan oleh pihak klinik. Kecurigaan ini kemudian berkembang menjadi penyelidikan lebih lanjut yang melibatkan banyak keluarga.

Pada tahap awal, setidaknya tujuh anak dikaitkan dengan dugaan kekeliruan ini. Namun, laporan terbaru menyebutkan jumlah anak yang berpotensi terdampak bisa mencapai 30 orang.

Puluhan Anak Diduga Terkena Dampak di Satu Klinik

Dari 30 anak yang teridentifikasi, sekitar setengahnya lahir setelah menjalani perawatan di Dogus IVF Centre. Tiga orang yang diduga terlibat dalam penanganan banyak pasien adalah Dr. Firdevs Uguz Tip, Dr. Sevket Alpturk, dan koordinator pasien Julie Hodson.

Para orang tua menduga mereka telah menerima informasi yang menyesatkan mengenai donor yang digunakan selama proses perawatan. Dr. Firdevs membantah melakukan kesalahan, sementara Alpturk dan Hodson belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.

Kekeliruan ini bukan sekadar kesalahan administratif sederhana. Sebanyak 11 dari 30 anak telah menjalani tes DNA komersial, dan hasilnya menunjukkan adanya garis keturunan genetik dari Turki atau negara-negara di sekitarnya, padahal orang tua mereka sebelumnya memilih donor dari Eropa Barat.

Mengapa Siprus Utara Menjadi Destinasi Populer untuk IVF?

Bagi pasangan asal Inggris yang mengalami kesulitan memiliki anak, menjalani IVF di luar negeri seringkali menjadi pilihan menarik karena biayanya jauh lebih murah. Klinik di luar negeri juga kerap menawarkan pilihan donor yang lebih beragam.

Siprus Utara kemudian berkembang menjadi salah satu destinasi favorit untuk perawatan kesuburan. Klinik-klinik di wilayah tersebut menawarkan paket perawatan dengan harga terjangkau, tingkat keberhasilan yang tinggi, serta akses terhadap donor sperma dan sel telur anonim dari berbagai negara.

Namun, faktor-faktor yang membuat wilayah tersebut menarik justru menimbulkan risiko besar. Siprus Utara secara internasional hanya diakui oleh Turki dan berada di luar kerangka hukum Uni Eropa. Klinik kesuburan di sana beroperasi di bawah sistem regulasi yang tidak memberikan pengawasan independen seperti yang tersedia bagi pasien di Inggris.

Dampak Personal yang Mendalam bagi Orang Tua

Dampak dari kekeliruan ini sangat personal bagi para orang tua. Donor bukan sekadar informasi medis anonim, karena riwayat genetik donor dapat menentukan apa yang diketahui seorang anak tentang asal-usul keluarganya, risiko penyakit yang mungkin diwariskan, serta identitas biologisnya.

Para ahli kesuburan menyebut jumlah kasus yang diduga terjadi tersebut sangat mengejutkan. Penggunaan donor yang salah secara tidak sengaja dalam prosedur IVF dianggap sebagai kejadian yang sangat jarang, sehingga munculnya dugaan serupa yang melibatkan puluhan anak menimbulkan pertanyaan yang jauh lebih dalam.

Sampai penyelidikan selesai, belum dapat dipastikan secara resmi berapa banyak anak yang benar-benar lahir menggunakan materi donor yang berbeda dari pilihan orang tua. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi setiap orang tua untuk selalu melakukan riset menyeluruh dan mempertimbangkan segala risiko sebelum memutuskan menjalani perawatan kesuburan, terutama di luar negeri.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks