SULAWESI TENGAH — Bandung punya banyak pilihan tempat nongkrong, tapi tidak semuanya harus soal kopi atau minuman manis. Jamu kini hadir dalam kemasan lebih modern, dari kedai legendaris sampai kafe rempah bergaya urban. Berikut enam kedai jamu di Kota Kembang yang menawarkan pengalaman minum sehat dengan rasa yang tetap enak.
Hawa sejuk Bandung memang cocok ditemani segelas jamu hangat. Sejumlah pelaku usaha mengemas rempah tradisional jadi minuman kekinian, tanpa meninggalkan akar jamu Indonesia. Pilihan tempatnya pun beragam, dari yang sudah puluhan tahun berdiri sampai yang baru buka.
Kedai ini berlokasi di Jalan Pasar Barat Nomor 44, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, tepat di belakang Pasar Baru. Daya tarik utamanya adalah pilihan simplisia dan ramuan jamu yang bisa dibeli dalam satuan ons, jadi pengunjung leluasa menyesuaikan kebutuhan rumah tangga.
Harga jamu di Babah Kuya mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 200.000 per ons. Lokasinya yang dekat pasar membuat kunjungan bisa dipadukan dengan belanja kebutuhan dapur.
Toko You adalah destinasi kuliner klasik yang menyimpan sejarah panjang di Bandung. Restoran ini dikenal sejak 1947, meski rumah makannya baru dibuka pada 1961. Perabot kayu, pencahayaan hangat, dan koleksi barang antik menjaga nuansa tuanya.
Selain mi baso buatan tangan, ada meja khusus berisi ramuan jamu tradisional yang diracik langsung saat dipesan, termasuk Jamu Paitan. Harga makanan utama Rp 40.000 sampai Rp 90.000 per porsi, sedangkan menu pelengkap mulai Rp 15.000. Tempatnya di Jalan Hasanudin Nomor 12, Lebakgede, Kecamatan Coblong, buka setiap hari pukul 07.30-22.00 WIB.
Gerobak utamanya mangkal di Jalan Kuningan Raya, Antapani, depan bangunan nomor 18, dengan lokasi lain di Jalan Cikutra. Usaha ini mulai beroperasi pada Agustus 2025 dan menyajikan jamu yang langsung diseduh saat dipesan.
Menunya mencakup jamu stamina, detox atau cuci perut, nyeri sendi, asam lambung, maag, wedang jahe, beras kencur, hingga pria perkasa. Harga Rp 10.000-Rp 15.000, tambah Rp 5.000 bila ingin telur ayam kampung. Buka Senin-Kamis serta Sabtu-Minggu, sedangkan Jumat tutup.
Djamoo Coffee Shop menawarkan perpaduan jamu, rempah, dan kopi dalam kemasan modern. Kedai ini berada di Jalan Asrama Kipal Nomor 71, Campaka, Kecamatan Andir, buka setiap hari pukul 08.00-22.00 WIB.
Pengunjung bisa memilih kopi rempah, minuman jamu modern, wedang herbal hangat, hingga mocktail berbahan tradisional. Signature jamu seperti Ginger Bread, Jinjaa, Galaga Presso, dan Kesemsem dibanderol Rp 27.000-Rp 28.000. Kopi classic dan sweet coffee mulai Rp 16.000 sampai Rp 43.000, sedangkan hidangan utama Rp 16.000-Rp 55.000.
MRI atau Minum Rempah Indonesia didirikan Desti Nopianti pada 2021 dengan slogan "Minum Sehat, Gak Pakai Pahit." Kedai ini menghadirkan lebih dari 20 menu berbahan rempah asli Indonesia.
Cabang yang masuk daftar ini berada di Gerlong dan Margahayu. MRI Margahayu beralamat di Jalan Pluto Raya Nomor 42, Margasari, Kecamatan Buah Batu. Konsepnya sengaja menghilangkan rasa pahit agar jamu lebih ramah bagi pemula.
Selain lima nama di atas, Bandung masih punya sejumlah kedai rempah bergaya urban yang mengemas jamu dengan gelas estetik dan tambahan buah, susu, atau sparkling water. Tren ini membuat jamu tidak lagi identik dengan penyajian sederhana dan rasa pahit.
Bagi yang ingin nongkrong sehat, kedai-kedai ini jadi alternatif di tengah menjamurnya coffee shop. Rasa nostalgia tetap ada, tapi kemasannya sudah mengikuti selera anak muda.
Dari Babah Kuya yang legendaris sampai MRI yang antimainstream, Bandung memberi banyak jalan untuk menikmati jamu tanpa rasa pahit. Pilih sesuai lokasi dan suasana yang kamu cari.