Pabrik Baterai CATL-Karawang Siap Diresmikan, Hilirisasi Nikel Jalan

Penulis: Gunawan Susilo  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:34:32 WIB
Pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik di Karawang hasil kemitraan CATL dengan BUMN Indonesia siap diresmikan.

SULAWESI TENGAH — Pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat, hasil kemitraan CATL dengan BUMN Indonesia, siap diresmikan dalam waktu dekat. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia memastikan proyek strategis nasional itu berjalan sesuai target, menyusul peresmian sejumlah pabrik pengolahan nikel di Weda Bay, Maluku Utara.

Kepastian jadwal peresmian disampaikan Bahlil usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026). Menurutnya, hilirisasi sektor nikel bergerak sesuai rencana, dengan Weda Bay sebagai contoh terbaru.

"Untuk urusan hilirisasi di sektor nikel berjalan dengan baik. Kemarin Bapak Presiden meresmikan beberapa pabrik di Weda Bay, di Maluku Utara," ujar Bahlil.

Kemitraan CATL dan BUMN di Karawang

Pabrik di Karawang merupakan hasil komitmen investasi dan kemitraan strategis antara BUMN Indonesia dan raksasa manufaktur asal China, CATL. Presiden Prabowo melakukan groundbreaking proyek tersebut sekitar satu tahun lalu.

"Sebentar lagi kita akan melakukan peresmian pabrik ekosistem baterai mobil di Karawang yang satu tahun lalu Bapak Presiden melakukan groundbreaking. Itu adalah kerja sama antara CATL dan BUMN kita," terang Bahlil yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Konstruksi pabrik telah rampung. Bahlil sebelumnya menyatakan peresmian hanya menunggu jadwal Presiden. "Sudah siap diresmikan. Kita tinggal menunggu waktu yang tepat dari Bapak Presiden. Pabriknya sudah jadi," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Dua Pabrik Baterai, Satu Rantai Pasok

Dengan beroperasinya fasilitas Karawang, Indonesia akan memiliki dua pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik. Pabrik pertama dibangun LG saat Bahlil masih menjabat Menteri Investasi, sementara CATL masuk pada masa jabatannya di Kementerian ESDM.

"Jadi sudah ada dua pabrik baterai yang kita bangun ya. Satu adalah LG di saat saya masih jadi Menteri Investasi, kan teman-teman ikuti juga kan? Satu adalah CATL di saat saya sudah jadi Menteri ESDM. Ini yang disebut dengan hilirisasi yang ekosistem baterainya kita bangun semua di negara kita," katanya.

Arti Penting bagi Rantai Pasok Nasional

Kehadiran pabrik baterai di dalam negeri memangkas ketergantungan impor sel baterai, komponen paling mahal dalam kendaraan listrik. Selama ini produsen mobil listrik di Indonesia masih mendatangkan sel dari China dan Korea Selatan.

Bagi investor, rangkaian peresmian Weda Bay hingga Karawang menjadi sinyal bahwa pemerintah menjaga kesinambungan program hilirisasi di tengah fluktuasi harga nikel global. Weda Bay sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan industri nikel terbesar di Maluku Utara, menampung smelter dan fasilitas pengolahan dari sejumlah investor asing.

Pemerintah menempatkan hilirisasi nikel sebagai pintu masuk ekosistem kendaraan listrik, mulai dari tambang, smelter, prekursor katoda, sel baterai, hingga perakitan mobil. Dua pabrik baterai yang sudah berdiri menjadi penanda bahwa rantai itu kini tersambung di dalam negeri, bukan berhenti di ekspor bijih mentah.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top