PALU — Pelatih PABERSI Sulteng, Mustamin, menyebut pemenuhan syarat eksibisi sebagai jalan agar angkat berat punya panggung di ajang multi-event daerah. Cabang ini belum masuk nomor yang dipertandingkan, sehingga status eksibisi menjadi pintu masuk yang paling realistis.
Menurut Mustamin, persoalan utama bukan pada ketersediaan atlet. Yang belum tuntas justru struktur organisasi di tingkat bawah.
Mustamin menyatakan pembenahan kepengurusan harus didahulukan sebelum pembicaraan soal nomor pertandingan. Fokus awalnya memenuhi persyaratan pembentukan Pengkab dan Pengkot.
“Prioritasnya adalah membenahi kepengurusan terlebih dahulu, terutama memenuhi persyaratan pembentukan Pengkab/Pengkot. Setelah itu, kita mengupayakan agar angkat berat bisa dipertandingkan sebagai cabang eksibisi pada Porprov,” ujarnya.
Sejauh ini baru empat daerah yang disebut memiliki kepengurusan, yakni Morowali, Tojo Una-Una, Kota Palu, dan Banggai. Jumlah itu belum cukup untuk memenuhi ambang keterwakilan.
Aturan pelaksanaan eksibisi mengharuskan ada keterwakilan minimal setengah dari total kabupaten dan kota, ditambah satu daerah. Dengan kepengurusan yang baru terbentuk di empat wilayah, syarat itu masih jauh dari terpenuhi.
Karena itu, PABERSI Sulteng perlu mendorong pembentukan kepengurusan di daerah lain. Tanpa penambahan wilayah, angkat berat berisiko kembali absen dari gelaran Porprov.
Mustamin berharap kepengurusan baru PABERSI Sulteng menjadikan persoalan ini sebagai prioritas. Dengan begitu, angkat berat memiliki peluang tampil di Porprov Morowali meski baru lewat jalur eksibisi.
Dari sisi sumber daya manusia, Mustamin menilai sejumlah kabupaten dan kota sudah memiliki atlet. Ketersediaan itu disebut bukan penghalang utama untuk menggelar nomor angkat berat.
Kondisi tersebut membuat pekerjaan pengurus baru lebih bersifat administratif dan organisatoris. Pembentukan kepengurusan daerah menjadi kunci pembuka, bukan pembinaan atlet dari nol.
Porprov Sulteng di Kabupaten Morowali menjadi ajang yang dinanti. Bagi PABERSI Sulteng, tampil sebagai eksibisi saja sudah berarti cabang ini mendapat ruang untuk menunjukkan prestasi atletnya di tingkat provinsi.