BYD Great Seagull Resmi Bocor: Hatchback 4,2 Meter, Rangkaian 420 km CLTC

Penulis: Gunawan Susilo  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:05:01 WIB
BYD Great Seagull terpajang di ajang Chengdu Auto Show 2026, menandai debut hatchback listrik anyar dari lini Ocean Network.

SULAWESI TENGAH — Setelah sempat dikira sebagai generasi terbaru dari Seagull, BYD akhirnya mengonfirmasi identitas asli hatchback listrik anyarnya. Bernama resmi Great Seagull (Da Hainiao), model ini akan menjadi anggota baru lini Ocean Network dan dijadwalkan meluncur di China tahun ini. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh General Manager Divisi Penjualan BYD Ocean Network, Zhang Zhuo, di ajang Chengdu Auto Show 2026.

Bukan Sekadar Seagull yang Dibesarkan

Keputusan BYD untuk memakai nama "Great" pada model ini mengikuti pola penamaan di lini Dynasty Series, seperti BYD Great Tang dan Great Han. Dengan begitu, Great Seagull bukanlah pengganti Seagull, melainkan model baru yang berdiri sendiri. Ini juga sekaligus menjawab spekulasi awal yang mengira mobil ini akan dipasarkan secara global dengan nama Atto 1, Dolphin Mini, atau Dolphin Surf.

Dari sisi dimensi, perbedaan fisiknya cukup signifikan. Great Seagull memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.570 mm dengan wheelbase 2.650 mm. Artinya, bodinya lebih panjang 425 mm dari Seagull reguler dan hanya 65 mm lebih pendek dari Dolphin. Ukuran ini menempatkannya di segmen yang sama dengan kompetitor utamanya, Geely Xingyuan dan GAC Aion UT.

Spesifikasi Motor dan Baterai: Fokus pada Efisiensi

Great Seagull ditenagai satu motor listrik dengan output maksimum 95 kW atau sekitar 127 Hp. Tenaga ini disalurkan ke roda depan dan cukup untuk kecepatan puncak 150 km/jam. Bukan angka yang agresif, tapi wajar untuk mobil perkotaan yang mengutamakan efisiensi.

Baterai LFP (Lithium Ferro Phosphate) buatan FinDreams—anak perusahaan BYD—tersedia dalam dua pilihan kapasitas: 30 kWh dan 39,2 kWh. Berdasarkan standar pengukuran CLTC, jarak tempuh yang diklaim mencapai 320 km untuk varian baterai kecil dan 420 km untuk varian terbesar. Bobot kosong mobil ini berada di kisaran 1.180 hingga 1.255 kg, yang membantu menjaga konsumsi energi tetap rendah.

Fitur Andalan: Sensor LiDAR di Atap

Salah satu temuan menarik dari foto mata-mata saat pengujian jalan di China adalah adanya unit berkelir hijau yang dilengkapi sensor LiDAR di bagian atap. Sensor ini menjadi bagian dari sistem bantuan berkendara DiPilot 300 atau yang dikenal dengan julukan "God's Eye B". Sistem ini mendukung fitur Navigate On Autopilot (NOA), baik untuk penggunaan di jalan tol maupun jalan perkotaan.

Kehadiran LiDAR pada segmen hatchback kompak ini menandakan BYD serius membawa teknologi ADAS canggih ke kelas menengah bawah. Namun, perlu dicatat bahwa varian dengan LiDAR ini kemungkinan hanya tersedia di tipe tertinggi, sementara varian bawah mungkin menggunakan kamera dan sensor ultrasonik standar.

Yang Perlu Diperhatikan

Meski secara spesifikasi terlihat menjanjikan, ada beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan membeli. Pertama, angka jarak tempuh 420 km adalah hasil pengukuran CLTC yang cenderung optimistis. Dalam kondisi nyata di Indonesia—dengan kemacetan dan penggunaan AC—angka tersebut bisa turun hingga 15-20 persen.

Kedua, tenaga 127 Hp mungkin terasa kurang bertenaga untuk pengguna yang sering melaju di jalan tol. Sebagai pembanding, BYD Dolphin yang diposisikan di atasnya menawarkan tiga pilihan output motor, mulai dari 94 Hp hingga 201 Hp. Ketiga, hingga artikel ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi kapan Great Seagull akan masuk pasar Indonesia dan berapa harganya.

Kesimpulan Awal

BYD Great Seagull adalah langkah strategis untuk memperluas pangsa pasar di segmen hatchback listrik yang semakin ramai. Dengan dimensi yang mendekati Dolphin tetapi harga yang diperkirakan lebih terjangkau, model ini bisa menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik praktis dengan fitur keselamatan mutakhir.

Namun, keputusan pembelian sebaiknya menunggu hasil uji berkendara langsung dan konfirmasi harga resmi untuk pasar Indonesia. Terutama karena performa baterai dan kenyamanan berkendara adalah dua hal yang tidak bisa dinilai hanya dari lembar spesifikasi.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: otodriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top