6 Makanan Khas Sulawesi Tengah dari Kaledo hingga Lalampa, Wajib Dicoba Wisatawan Saat ke Palu

Penulis: Joko Purnomo  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:01:32 WIB
Kaledo, hidangan berkuah dari kaki dan tulang sapi, menjadi salah satu kuliner khas yang melegenda di Kota Palu.

PALU — Provinsi Sulawesi Tengah tidak hanya menawarkan panorama alam dan budaya, tetapi juga kekayaan gastronomi yang terbentuk dari kearifan lokal masyarakatnya. Perpaduan hasil laut, sagu, beras ketan, serta aneka rempah melahirkan cita rasa yang kuat dan khas di setiap hidangannya.

Bagi wisatawan yang tengah menyusun rencana perjalanan ke daerah ini, mencicipi kuliner lokal menjadi salah satu cara untuk memahami tradisi masyarakat setempat. Sejumlah hidangan seperti Kaledo, Uta Dada, hingga Onyop telah menjadi bagian dari identitas kuliner yang dicatat pemerintah daerah.

1. Kaledo, Hidangan Berkuah yang Melegenda dari Palu

Kaledo merupakan kuliner yang paling identik dengan Kota Palu. Hidangan ini terbuat dari kaki dan tulang sapi yang dimasak lama hingga empuk, menghasilkan kuah dengan perpaduan rasa gurih, asam, dan pedas yang menyegarkan.

Kaledo biasanya disantap dalam keadaan hangat bersama singkong rebus. Keberadaannya bahkan tercatat dalam dokumentasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, menjadikannya menu pertama yang layak dicoba saat berkunjung ke Palu.

2. Uta Dada, Olahan Ayam Bakar dengan Kuah Santan

Uta Dada adalah hidangan tradisional masyarakat Kaili yang memiliki ciri khas pada kuah santannya. Salah satu versi masakan ini menggunakan ayam kampung yang dibakar terlebih dahulu sebelum dimasak bersama bumbu dan santan, sehingga menghasilkan aroma asap yang khas.

Perpaduan santan dan rempah membuat Uta Dada memiliki rasa gurih yang kuat dan aroma yang menggoda. Hidangan ini cocok bagi wisatawan yang ingin merasakan masakan tradisional dengan karakter berbeda dari olahan ayam pada umumnya.

3. Palumara, Sup Ikan dengan Kuah Kekuningan

Bagi penggemar makanan berbahan ikan, Palumara bisa menjadi pilihan yang tepat. Hidangan ini berupa olahan ikan dengan kuah berwarna kekuningan yang memiliki cita rasa gurih, asam, dan pedas sekaligus.

Palumara dimasak menggunakan berbagai bumbu dan rempah pilihan. Hidangan ini semakin nikmat disantap selagi hangat bersama nasi putih atau makanan pendamping khas daerah.

4. Lalampa, Camilan Ketan Bakar yang Mirip Lemper

Lalampa merupakan camilan tradisional yang sekilas menyerupai lemper. Makanan ini terbuat dari beras ketan yang diisi ikan berbumbu, kemudian dibungkus daun pisang dan dibakar hingga matang.

Proses pembakaran membuat aroma daun pisang dan ketan semakin keluar, menambah kenikmatan saat disantap. Lalampa cocok dijadikan camilan di perjalanan sekaligus bisa menjadi pilihan oleh-oleh khas Sulawesi Tengah.

5. Onyop, Sagu Kenyal yang Disantap dengan Kuah Ikan

Onyop banyak dikenal di kawasan Banggai dan Luwuk. Bahan utamanya adalah sagu yang dimasak hingga menghasilkan tekstur kenyal dan lembut, mirip dengan papeda namun dengan karakter tersendiri.

Onyop biasanya disantap bersama lauk berkuah, terutama olahan ikan. Perpaduan tekstur sagu yang kenyal dengan kuah ikan yang gurih menjadikan makanan ini menarik bagi wisatawan yang ingin mencoba sumber pangan lokal.

6. Uta Kelo, Sayur Daun Kelor Khas Masyarakat Sulawesi Tengah

Uta Kelo merupakan hidangan tradisional berbahan dasar daun kelor. Sayuran hijau ini diolah bersama ikan atau lauk lainnya sehingga menghasilkan masakan dengan cita rasa gurih yang lezat.

Keberadaan Uta Kelo menunjukkan bagaimana masyarakat Sulawesi Tengah memanfaatkan bahan pangan lokal dalam hidangan sehari-hari. Menu ini menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin mencicipi masakan rumahan khas daerah.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: infoekonomi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top