SULAWESI TENGAH — Google memberikan jalan keluar baru bagi penerbit media yang trafiknya tergerus fitur pencarian berbasis kecerdasan buatan (AI). Perusahaan memperkenalkan tombol "Preferred Sources" yang dapat dipasang langsung di situs publisher, memungkinkan pembaca menandai media favorit mereka agar lebih sering ditampilkan di berbagai produk Google.
Fitur ini merupakan perluasan dari program yang sebelumnya hanya tersedia di AI Mode, AI Overviews, dan Top Stories. Kini, publisher bisa menanamkan tombol tersebut di halaman web mereka sendiri untuk mempermudah pembaca menandai sumber yang mereka percaya.
Pembaca cukup mengunjungi halaman preferensi sumber Google, lalu mencari nama penerbit atau situs yang ingin ditandai. Setelah ditandai, konten dari media tersebut akan mendapat prioritas lebih tinggi ketika pengguna mencari topik tertentu atau berinteraksi dengan AI Google.
Google menyebut bahwa pengguna dua kali lebih mungkin mengklik tautan dari sumber yang mereka pilih sendiri. Data ini didapat dari studi awal perusahaan sebelum fitur ini diperluas ke publik.
Selain tombol baru, Google juga menghadirkan kemampuan bagi pengguna untuk menyesuaikan feed Discover di aplikasi Google menggunakan bahasa alami. Caranya, pengguna mengetuk menu tiga titik di feed, lalu mengetikkan topik yang ingin dilihat lebih banyak atau lebih jarang muncul.
Sistem akan langsung menyesuaikan rekomendasi konten secara real-time berdasarkan perintah tersebut. Fitur personalisasi ini juga menjangkau pengguna Android untuk briefing audio harian di aplikasi Google News.
Langkah Google ini sejalan dengan tren industri, di mana sejumlah aplikasi media sosial besar mulai menawarkan kontrol algoritma kepada pengguna. Mereka bisa menyetel sendiri jenis konten yang direkomendasikan, mengurangi ketergantungan pada algoritma otomatis murni.
Bagi publisher lokal, fitur ini bisa menjadi alat bantu untuk mempertahankan pembaca setia di tengah pergeseran kebiasaan mencari informasi lewat AI. Dengan menandai media favorit, pembaca membantu memastikan tautan dari sumber tepercaya tetap muncul di hasil pencarian.
Bagi pengguna, fitur ini memberikan kontrol lebih besar atas jenis informasi yang mereka konsumsi. Alih-alih menerima hasil pencarian generik, pengguna bisa memprioritaskan media yang selama ini mereka anggap kredibel.
Perlu dicatat, fitur "Preferred Sources" ini tidak mengubah peringkat pencarian secara fundamental. Google tetap menggunakan algoritma inti untuk menentukan relevansi, tetapi sinyal preferensi pengguna menjadi faktor tambahan yang dipertimbangkan.
Publisher yang tertarik bisa mulai memasang tombol ini di situs mereka, sementara pengguna bisa langsung mengatur preferensi sumber melalui halaman pengaturan Google. Kedua pihak sama-sama diuntungkan: pembaca mendapat konten yang lebih relevan, publisher mendapat trafik yang lebih stabil.