SIGI — Kegemaran membaca di Kabupaten Sigi masih menghadapi tantangan besar. Dari total 176 desa, baru sebagian yang memiliki perpustakaan aktif, yakni 20 desa melalui bantuan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan 60 desa lainnya menerima hibah buku dari Pemprov Sulawesi Tengah. Sementara itu, jumlah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) tercatat belum mencapai 10 unit.
Di tengah keterbatasan itu, Pemerintah Kabupaten Sigi menggelar Festival Literasi sebagai upaya konkret meningkatkan budaya literasi masyarakat. Kegiatan ini menyasar pelajar, aparatur sipil, hingga warga umum di daerah tersebut.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sigi, Imron Noor, menyebut festival ini tidak hanya berhenti pada kegemaran membaca. Ada empat aspek kemampuan yang coba diasah melalui kegiatan tersebut.
"Jadi Festival Literasi sebagai salah satu upaya meningkatkan budaya literasi masyarakat, menumbuhkan minat membaca dan menulis, memperluas wawasan aparatur dan pelajar, serta mengasah kecakapan pengetahuan masyarakat di Kabupaten Sigi," kata Imron Noor di Mpanau, Kamis.
Ia merinci setiap organisasi perangkat daerah (OPD) wajib ambil bagian dalam melatih kemampuan literasi dasar, literasi keuangan, literasi anak dan keluarga, serta kreativitas mengemas pengetahuan dalam berbagai bentuk karya.
Imron menekankan bahwa peningkatan minat baca tidak bisa dilakukan sendiri oleh dinas perpustakaan. Dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak agar koleksi yang tersedia di perpustakaan daerah dan pojok baca masyarakat benar-benar dimanfaatkan.
"Tentunya perlu adanya sinergi lintas sektor untuk mendorong minat membaca serta meningkatkan pemanfaatan koleksi perpustakaan daerah dan sudut atau pojok baca yang ada di masyarakat," ucapnya.
Festival ini dirancang menjadi ruang apresiasi bagi para penggiat literasi, pelajar, dan pemangku kepentingan lainnya untuk berkolaborasi.
Harapan besar digantungkan pada gelaran ini. Pemkab Sigi ingin melahirkan generasi yang tidak sekadar pandai membaca, tetapi mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.
"Harapannya melalui Festival Literasi dapat lahir generasi yang gemar membaca, cerdas, berliterasi, serta mampu beradaptasi dan berdaya saing yang tinggi dalam membangun Kabupaten Sigi," kata Imron.
Dengan fasilitas yang masih terbatas, festival ini menjadi salah satu cara menjangkau masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perpustakaan. Pemanfaatan sudut baca dan hibah buku dari provinsi diharapkan bisa menjembatani kesenjangan akses literasi antarwilayah.