Baru 6 Bulan Dilantik, Pj Kades Dampala Ahyar Aminudin Tuntaskan Kantor Desa Hingga Perbaiki TPU

Penulis: Joko Purnomo  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:01:31 WIB
Pj Kades Dampala Ahyar Aminudin meresmikan kantor desa yang sebelumnya mangkrak dalam waktu kurang dari enam bulan.

MOROWALI — Pj Kades Dampala, Ahyar Aminudin, S.T, bergerak cepat membenahi desa di Kecamatan Bahodopi. Dalam kurun waktu kurang dari enam bulan sejak dilantik lewat SK Bupati Morowali pada Februari 2026, sejumlah infrastruktur dasar mulai dibenahi.

Prioritas pertama yang dieksekusi adalah penyelesaian pembangunan kantor desa yang sempat mangkrak. Selain itu, drainase yang kerap mampet dan menyebabkan banjir saat hujan turun juga dibersihkan. Wajah Desa Dampala kini tampak lebih tertata dibandingkan sebelumnya.

Pembatas Jalan dan Batas Desa Diperjelas

Perhatian Ahyar juga menyasar aspek keselamatan warga. Di Jalur 2 yang dikenal rawan kecelakaan, kini telah dipasang pembatas jalan. Sementara itu, batas wilayah antara Desa Dampala dan Desa Lele yang selama ini rancu akhirnya dipertegas dengan penanda yang jelas.

Keputusan ini diambil untuk menghilangkan potensi sengketa lahan antarwilayah. "Ini demi pemerataan pembangunan dan pelayanan yang lebih dekat ke warga," tegas Ahyar saat ditemui Kamis (20/8/2026).

TPU Dampala Kini Layak dan Rapi

Salah satu pembenahan yang paling diapresiasi warga adalah perbaikan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dampala. Sebelumnya, area pemakaman dipenuhi semak belukar dan becek, sehingga menyulitkan pelayat yang datang.

"Dulu semak, becek, susah dilalui. Sekarang sudah rapi dan layak," kata Ahyar. Baginya, menghormati warga yang telah meninggal dunia merupakan bagian dari tugas membangun desa secara menyeluruh.

Pemekaran Dusun dan Bansos ke Pelosok

Setelah infrastruktur dasar beres, Ahyar menyiapkan langkah strategis berikutnya: pemekaran wilayah. Ia tengah mempersiapkan Dusun Polondongan di Desa Dampala dan Dusun Lere'ea di Desa Lele untuk dapat berdiri sendiri menjadi desa mandiri.

Komitmen pelayanan juga dibuktikan dengan turun langsung membagikan sembako ke Dusun Polondongan. Dusun ini berada di titik paling ujung dan berbatasan langsung dengan Routa, Sulawesi Tenggara, dengan akses jalan yang sulit.

"Biar warga di perbatasan juga ngerasain hadirnya pemerintah desa," ujarnya. Ahyar menambahkan, seluruh capaian ini tidak lepas dari kerja sama aparat desa, kepala dusun, BPD, dan warga Dampala.

Dari kantor desa baru, drainase bersih, TPU rapi, batas desa jelas, hingga pembagian bansos ke pelosok, seluruhnya dikerjakan dalam waktu kurang dari enam bulan. Warga Dampala kini punya alasan optimis terhadap arah pembangunan desanya.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: bedahnusantaraindonesia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top