PARIGI MOUTONG — Kementerian Transmigrasi membuka peluang bagi Kabupaten Parigi Moutong untuk masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Kawasan transmigrasi yang tersebar di sejumlah kecamatan diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tengah.
Rencana ini menjadi angin segar bagi daerah yang selama ini dikenal sebagai lumbung pangan. Dengan status PSN, kawasan transmigrasi bakal mendapat prioritas pembangunan infrastruktur, akses pasar, dan fasilitas produksi dari pemerintah pusat.
Pemerintah pusat melihat potensi besar di Parigi Moutong. Lahan transmigrasi yang luas dan subur dinilai cocok untuk dikembangkan sebagai kawasan produksi pertanian dan agroindustri.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja setempat menyebutkan, ada tiga kecamatan yang menjadi prioritas awal: Kecamatan Torue, Sausu, dan Bolano Lambunu. Ketiganya memiliki lahan transmigrasi yang sudah berjalan puluhan tahun.
Jika terealisasi, proyek ini tidak hanya menyentuh infrastruktur fisik. Pemerintah juga berencana menghadirkan program pendampingan bagi petani transmigran agar produktivitas naik signifikan.
Masuknya Parigi Moutong ke PSN diprediksi membuka ribuan lapangan kerja baru. Warga transmigran yang selama ini mengandalkan hasil panen musiman bisa mendapat tambahan penghasilan dari industri pengolahan.
Seorang petani di Kecamatan Sausu, mengaku optimistis. "Kami butuh jalan bagus dan irigasi. Kalau itu ada, hasil panen bisa naik dua kali lipat," katanya.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong saat ini masih menunggu hasil kajian dari Kementerian Transmigrasi. Proses koordinasi lintas instansi, termasuk Bappenas dan Kementerian PUPR, tengah berjalan.
Bupati Parigi Moutong menyebut pihaknya sudah menyiapkan data pendukung. "Kami serius. Ini kesempatan besar untuk mengubah wajah kawasan transmigrasi," ujarnya dalam rapat koordinasi pekan lalu.
Jika semua tahapan rampung, penetapan PSN untuk Parigi Moutong bisa diumumkan pada awal tahun depan. Warga dan petani setempat pun menanti realisasi janji pembangunan yang sudah lama dinantikan.