TOLITOLI — Kepala SD Islam Nurul Ihsan Tolitoli, Herniati, menyebut bantuan pemerintah pusat tersebut sebagai angin segar bagi sekolah yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Sekolah di Jalan Anoa, Kelurahan Tuweley, Kecamatan Baolan, itu memperoleh dana revitalisasi Rp1.900.101.061.
Herniati menyampaikan rasa syukurnya karena revitalisasi memperbaiki fasilitas sekolah yang dinilai sudah cukup memprihatinkan selama bertahun-tahun.
"Kami sangat bersyukur. Kehadiran revitalisasi ini memperbaiki sarana prasarana serta fasilitas sekolah kami yang sudah cukup memprihatinkan selama bertahun-tahun. Baru kali ini kami mendapatkan bantuan sebesar ini dari pemerintah pusat," ujar Herniati saat ditemui, Jumat (2/10/2026).
Mengapa Revitalisasi Menjadi Kebutuhan Mendesak
Selama bertahun-tahun, SD Islam Nurul Ihsan berada di kawasan yang rentan terdampak banjir ketika Sungai Bendungan Tuweley meluap. Kondisi itu membuat pembenahan sarana dan prasarana menjadi kebutuhan penting, bukan sekadar pengecatan atau perbaikan kosmetik bangunan.
Revitalisasi menjadi jalan keluar setelah sekolah lama menghadapi keterbatasan fasilitas. Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka kesempatan itu.
Bukan Sekadar Pembangunan Fisik
Menurut Herniati, lingkungan sekolah yang aman, bersih, dan nyaman sangat menentukan kualitas proses belajar mengajar. Karena itu, revitalisasi yang sedang berjalan dinilai bukan sekadar pembangunan fisik.
Perbaikan sarana prasarana diharapkan berdampak langsung pada kenyamanan siswa dan guru dalam kegiatan belajar sehari-hari. Sekolah yang berada di kawasan rawan banjir membutuhkan lingkungan yang lebih siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Dana Rp1,9 Miliar dan Target Penuntasan
Dana revitalisasi sebesar Rp1.900.101.061 disalurkan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026. Bantuan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mempercantik bangunan sekolah, tetapi juga membenahi sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan belajar.
Herniati berharap seluruh pekerjaan revitalisasi dapat selesai sesuai jadwal sehingga siswa dan guru bisa segera memanfaatkan fasilitas yang diperbarui. Sekolah menantikan hasil akhir pembenahan yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak di kawasan rawan banjir Sungai Bendungan Tuweley.