SULAWESI TENGAH — Balapan 6 Hours Lone Star Le Mans berakhir dramatis. Toyota yang tampil dominan sejak awal harus mengubur mimpi meraih kemenangan perdananya di sirkuit Texas tersebut. Mobil yang dikemudikan Mike Conway, Kamui Kobayashi, dan Nyck De Vries itu mengalami kegagalan sistem hidrolik pada stint penutup, tepat saat De Vries memimpin jalannya balapan.
Kegagalan tersebut membuka jalan bagi Nicklas Nielsen di Ferrari 499P untuk mengambil alih posisi terdepan dan finis pertama dengan keunggulan tipis 1,116 detik atas Charles Milesi dari Alpine. Ini menjadi podium pertama bagi pabrikan asal Italia itu di musim 2025 setelah bersaing ketat dengan Toyota dan BMW di kelas Hypercar.
Keputusan Strategi Berbeda yang Menyelamatkan Ferrari
Kemenangan Ferrari hampir sirna di jam pertama balapan. André Lotterer dari Genesis Magma Racing mencoba melakukan manuver agresif untuk merebut posisi podium, yang memaksa tim Ferrari mengubah rencana balapan. Tim asal Italia itu memilih strategi alternatif dengan melakukan pit stop ekstra di awal lomba, total enam kali dalam enam jam balapan.
Keputusan itu justru menjadi pembeda. Sementara rival-rivalnya hanya melakukan lima kali pit stop, strategi undercut Ferrari terbukti efektif untuk menjaga ban tetap segar di akhir balapan. Mobil nomor 50 yang sempat tertinggal di belakang akhirnya bisa memanfaatkan momentum ketika Toyota terhenti di sirkuit sepanjang 5,5 km tersebut.
Alpine Kena Penalti, Cadillac Naik Podium
Charles Milesi membawa pulang posisi kedua untuk Alpine, namun tim asal Prancis itu harus menerima kenyataan pahit. Mobil Alpine A424 nomor 35 terkena penalti lima detik karena dianggap melakukan pelepasan mobil yang tidak aman saat pit stop. Alhasil, Jack Aitken yang memulai balapan dari posisi terdepan bersama Cadillac V-Series.R nomor 38 berhak naik ke posisi kedua klasemen akhir.
Cadillac sendiri memimpin balapan saat lomba memasuki setengah durasi. Namun kecepatan Toyota di stint panjang membuat tim Amerika Serikat itu harus puas mengamankan posisi podium. Sementara itu, Aston Martin Valkyrie nomor 007 yang dikemudikan Tom Gamble finis di posisi keempat, disusul Alpine nomor 36 yang ditutup Victor Martins di posisi kelima.
Nasib Berbeda untuk Tim Toyota Kedua
Tim Toyota kedua yang dinakhodai Sébastien Buemi, Brendon Hartley, dan Ryo Hirakawa menyelesaikan balapan di posisi keenam dengan strategi berbeda. Mobil nomor 8 itu melakukan pit stop hingga sembilan kali selama enam jam balapan, sebuah angka yang jauh lebih banyak dari biasanya untuk kelas Hypercar.
Will Stevens membawa Cadillac nomor 12 finis di posisi ketujuh, diikuti Mathys Jaubert dari Genesis yang berhasil mengamankan poin keduanya di musim perdana tim tersebut di ajang ketahanan. Di kelas LMGT3, Heart of Racing Aston Martin Vantage AMR keluar sebagai pemenang dengan keunggulan 5,007 detik atas Porsche 911 GT3 nomor 91.