Pencarian

Investasi Sulteng Semester I 2026 Tembus Rp68,7 Triliun, Peringkat Keempat Nasional

Kamis, 03 September 2026 • 19:32:01 WIB
Investasi Sulteng Semester I 2026 Tembus Rp68,7 Triliun, Peringkat Keempat Nasional
Suasana kawasan industri pengolahan nikel di Sulawesi Tengah yang menjadi penopang utama realisasi investasi daerah.

PALUSulawesi Tengah makin kokoh sebagai salah satu destinasi investasi utama Indonesia. Data terbaru menunjukkan realisasi investasi di provinsi itu selama Januari–Juni 2026 mencapai Rp68,70 triliun, berkontribusi 6,8 persen terhadap total investasi nasional yang tercatat Rp1.010,6 triliun.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengungkapkan angka ini menempatkan daerahnya di peringkat keempat setelah DKI Jakarta (Rp173,6 triliun), Jawa Barat (Rp138,1 triliun), dan Jawa Timur (Rp72,7 triliun). Adapun posisi kelima ditempati Banten dengan Rp66,3 triliun.

Modal Asing Mendominasi Capaian Investasi

Struktur investasi Sulteng masih bertumpu pada penanaman modal asing (PMA) yang menyumbang Rp64,73 triliun atau 94,23 persen dari total realisasi. Sisanya sebesar Rp3,96 triliun berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, capaian ini tumbuh 6,97 persen—dari Rp64,22 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp68,70 triliun tahun ini.

Kendati volume investasi membengkak, kontribusi PMDN masih minim. Kondisi ini menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk menarik lebih banyak partisipasi investor lokal dalam rantai suplai industri di Bumi Tambura'i.

Pertumbuhan Ekonomi Tembus 6,64 Persen

Derasnya arus modal berbanding lurus dengan laju ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan II 2026 mencapai 5,06 persen secara year-on-year, dan tumbuh 2,93 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Secara kumulatif, ekonomi Sulteng sepanjang semester I 2026 tumbuh 6,64 persen. Angka ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan nasional pada periode yang sama.

Kepala BPS Sulteng Daryanto merinci besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 mencapai Rp119.514,68 miliar. Sementara atas dasar harga konstan 2010, nilainya tercatat Rp59.123,38 miliar.

Industri Pengolahan Jadi Tulang Punggung Ekonomi

Tiga lapangan usaha utama menopang 73,75 persen perekonomian daerah. Industri pengolahan mendominasi dengan kontribusi 44,37 persen, disusul pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 15,60 persen, serta pertambangan dan penggalian 13,79 persen.

Dominasi sektor industri pengolahan ini konsisten dengan besarnya gelombang investasi smelter dan pengolahan nikel di kawasan industri Morowali dan sekitarnya. Proyek-proyek hilirisasi itu menjadi magnet utama PMA yang masuk ke Sulawesi Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan target tahunan Rp93,89 triliun dan realisasi yang telah melampaui 70 persen di tengah tahun, Sulteng berpeluang menutup 2026 dengan rekor investasi baru apabila iklim usaha tetap kondusif hingga kuartal akhir.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks