Pencarian

Bukan Cuma Kapal Perang, PT PAL Kini Garap Pondasi Platform Gas Raksasa di Laut Natuna

Selasa, 23 Juni 2026 • 16:49:01 WIB
Bukan Cuma Kapal Perang, PT PAL Kini Garap Pondasi Platform Gas Raksasa di Laut Natuna
PT PAL mulai produksi pondasi platform gas raksasa untuk ladang Mako di Laut Natuna.

SULAWESI TENGAH — Proyek ini menandai diversifikasi bisnis PT PAL ke industri energi lepas pantai. CSF adalah struktur baja raksasa yang berfungsi sebagai fondasi penyangga konduktor di anjungan pengeboran. Struktur ini akan dipasang di Laut Natuna untuk mendukung produksi gas dari ladang Mako.

Dari Galangan Kapal ke Lepas Pantai

Direktur Utama PT PAL, Kaharuddin Djenod, menyebut kontrak ini sebagai tonggak sejarah perseroan. "Kami tidak hanya membangun kapal perang dan kapal niaga, tapi kini juga infrastruktur energi lepas pantai," ujarnya dalam seremoni penandatanganan di Surabaya.

Proyek ini melibatkan seluruh rantai pasok lokal. PT PAL akan memproduksi CSF di fasilitas galangannya di Surabaya. Proses fabrikasi ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2027, sebelum dikapalkan ke lokasi di Laut Natuna.

Mengapa Proyek Ini Krusial

Ladang gas Mako di Blok West Natuna diperkirakan menyimpan cadangan gas hingga 2 triliun kaki kubik. Gas ini akan dipasok untuk kebutuhan domestik dan ekspor. Dengan keterlibatan PT PAL, pemerintah berharap tingkat komponen dalam negeri (TKDN) proyek migas strategis bisa meningkat drastis.

"Ini bukti BUMN mampu bersaing di pasar global untuk proyek-proyek berteknologi tinggi," kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, dalam kesempatan terpisah.

Dampak ke Industri dan Tenaga Kerja

Proyek ini diprediksi menyerap ribuan tenaga kerja lokal selama masa konstruksi. PT PAL juga akan menggandeng puluhan UMKM binaan untuk memasok komponen penunjang. "Kami hitung ada 1.200 tenaga kerja langsung dan 3.000 tidak langsung yang terlibat," ungkap Kaharuddin.

Bagi WNEL, menggandeng PT PAL adalah pilihan strategis. Selain kapasitas produksi, BUMN ini memiliki pengalaman dalam proyek-proyek internasional yang memenuhi standar keselamatan dan kualitas tinggi.

Proyek Mako Gas sendiri ditargetkan beroperasi penuh pada 2028. Dengan masuknya PT PAL, rantai pasok industri migas nasional semakin terintegrasi — dari hulu ke hilir, dari kapal perang hingga pondasi platform gas di tengah laut.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks