PALU — Yayasan Al Azhar Mandiri Palu menyembelih 11 ekor sapi kurban pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Total sekitar 900 kilogram daging segar dibagikan kepada masyarakat di sejumlah titik di Kota Palu.
Proses pemotongan hewan kurban dilakukan di halaman yayasan yang berada di Jalan Tanjung Bunga, Kelurahan Tondo. Panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai syariat dan standar kebersihan.
Tanpa Kantong Plastik, Pakai Besek dan Daun
Hal yang membedakan distribusi tahun ini adalah penggunaan wadah ramah lingkungan. Panitia tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai, melainkan besek anyaman bambu dan daun pisang sebagai pembungkus daging kurban.
“Kami sengaja tidak pakai plastik karena ingin mengurangi sampah. Daging dibungkus besek dan daun, lebih alami dan warga juga bisa memanfaatkan wadahnya,” ujar salah satu pengurus Yayasan Al Azhar Mandiri Palu.
11 Ekor Sapi, 900 Kilogram Daging untuk Warga
Dari 11 ekor sapi yang disembelih, panitia mencatat total daging yang terkumpul mencapai 900 kilogram. Daging tersebut didistribusikan langsung ke warga sekitar, termasuk lingkungan masjid dan panti asuhan binaan yayasan.
Setiap penerima mendapatkan daging dalam jumlah yang sudah ditakar. Besek anyaman bambu dipilih karena mudah terurai dan bisa dipakai ulang oleh warga untuk keperluan lain.
Iduladha Hijau: Tren Kurban Ramah Lingkungan Mulai Diterapkan
Langkah Al Azhar Mandiri Palu ini menjadi contoh kecil dari tren kurban ramah lingkungan yang mulai tumbuh di kota-kota Indonesia. Beberapa masjid dan yayasan di Palu juga mulai beralih ke wadah non-plastik saat hari raya kurban.
Kegiatan serupa diharapkan bisa terus berlanjut pada Iduladha mendatang. Selain menyalurkan daging kurban, panitia juga mengedukasi warga tentang pentingnya mengurangi sampah plastik dari aktivitas keagamaan.