BANGGAI — Pembukaan Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun 2026 di Kabupaten Banggai menandai dimulainya rangkaian program fisik dan nonfisik yang menyebar ke sejumlah titik di Sulawesi Tengah. Gubernur Anwar Hafid bertindak sebagai inspektur upacara dalam kegiatan yang dihadiri Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada TNI AD atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik melalui pembangunan fisik maupun kegiatan sosial.
Sebanyak 900 personel TNI AD dikerahkan untuk masa tugas 60 hari. Sasaran fisik yang ditetapkan mencakup 27 jembatan, 45 sumur bor, dan 152 unit rumah tidak layak huni (RTLH).
Pengerjaan juga menyentuh fasilitas pendidikan dan rumah ibadah. Rincian jumlah unit untuk kedua jenis fasilitas itu belum disebutkan dalam keterangan resmi kegiatan.
Di luar pekerjaan konstruksi, Bakti TNI AD untuk Rakyat menjalankan pelayanan kesehatan, bantuan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Penanaman 1.427 bibit pohon turut masuk dalam agenda nonfisik.
Kombinasi program fisik dan nonfisik menempatkan kegiatan ini sebagai instrumen pendamping pembangunan daerah, bukan sekadar proyek infrastruktur.
Melalui Bakti TNI AD untuk Rakyat, diharapkan sinergi TNI dan pemerintah daerah semakin kuat dalam mempercepat pembangunan, memperluas pelayanan kepada masyarakat, serta mewujudkan kesejahteraan rakyat di Sulawesi Tengah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan seluruh sasaran fisik rampung dalam periode 60 hari personel bertugas. Perkembangan tiap titik pekerjaan akan menjadi indikator apakah target tersebut tercapai.