PALU — Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyatakan perpanjangan pembelajaran daring diambil dengan berat hati dan meminta maaf kepada para orang tua siswa serta wali murid. Keputusan itu menyusul terbitnya Surat Edaran Nomor 100.3.4/860/UMUM/2026 tentang imbauan kewaspadaan terhadap kualitas udara yang buruk, yang kemudian ditindaklanjuti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu ke masing-masing satuan pendidikan.
"Kami memohon maaf kepada para orang tua siswa/wali murid dengan berat hati kami memperpanjang pembelajaran jarak jauh demi alasan kesehatan siswa siswi," kata Hadianto.
Hasil pemantauan partikulat BMKG menunjukkan PM1 mencapai 157 mikrogram, PM2,5 mencapai 150 mikrogram, dan PM10 mencapai 159 mikrogram. Angka-angka itu menempatkan udara Palu dalam kategori tidak sehat, sehingga aktivitas belajar tatap muka dinilai berisiko bagi pelajar.
Perpanjangan berlaku bagi jenjang PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta. Tidak ada batas waktu akhir yang ditetapkan; kebijakan akan dievaluasi dan berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
Hadianto meminta setiap kepala satuan pendidikan memastikan proses belajar tetap berlangsung efektif selama masa daring. Metode jarak jauh harus memperhatikan kondisi, kebutuhan, dan kemampuan peserta didik di masing-masing sekolah.
Bagi pelajar yang terkendala akses jaringan atau perangkat, sekolah diminta menyiapkan alternatif pembelajaran yang sesuai. "Bagi peserta didik yang memiliki keterbatasan akses pembelajaran daring, satuan pendidikan dapat memberikan alternatif pembelajaran yang sesuai," ujarnya.
Wali kota juga mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap penurunan kualitas udara. Masker wajib dipakai saat beraktivitas di luar rumah, terutama bagi kelompok rentan.
Penderita penyakit komorbid seperti jantung dan gangguan pernapasan (asma) diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menjaga daya tahan tubuh. "Apabila terjadi sesak napas maupun batuk segera periksa kesehatan di puskesmas terdekat," kata Hadianto.
Kebijakan perpanjangan ini bukan yang pertama bagi Palu. Pemerintah kota sebelumnya telah menerapkan pembelajaran jarak jauh saat kabut asap karhutla menebal, dan kini memperpanjangnya kembali seiring memburuknya kualitas udara.